in

Pencairan Jadup Korban Gempa Lombok Utara sisakan 2 Kecamatan

Kadis Dinsos PPPA Lombok Utara - Faisol Mangku Alam

kicknews.today – Proses pencairan bantuan sosial (bansos) jaminan hidup (jadup) bagi korban gempa di Lombok Utara saat ini sedang berjalan. Tercatat dari lima kecamatan yang ada kini tinggal menyisakan dua kecamatan saja. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Lombok Utara, Faisol.

Menurutnya, dari kelima kecamatan itu tiga di antaranya yaitu Tanjung, Gangga, dan Kayangan sudah rampung dibagikan. Sementara di Bayan sudah mulai sejak tanggal 12 Februari kemarin dan terakhir setelah Bayan maka Kecamatan Pemenang akan mendapat giliran. Khusus di Bayan akan ditargetkan selesai pada tanggal 4 Maret 2021 mendatang.

“Kita sudah mulai untuk Bayan paling 10 sampai 15 hari harus selesai,” ungkapnya.

Dijelaskan, pembagian Jadup senilai Rp 300.000 per jiwa tersebut bisa rampung tergangung pihak BNI selaku bank penyalur. Pasalnya, meskipun data sudah dikantongi, rekening dan ATM calon penerima manfaat ada di bank. Setelah dua unsur dari bank valid, maka pihak Dinas bisa segera menjebatani pencairan. Khusus secara keseluruhan Bansos Jadup yang telah diberikan bagi korban gempa di Lombok Utara diklaim sudah mencapai 70 persen.

“Kalau kementerian minta secepatnya karena secara keuangan sudah ready, bagaimana burek dan atmnya saja ini,” jelasnya.

Menyangkut terdapat calon penerima jadup yang masih belum mendapatkan haknya, menurutnya lantaran terdapat data dobel. Mengenai ini, pihaknya mengaku tidak akan melakukan pencairan melainkan di pending sementara waktu sampai data bisa dirampungkan. Pihaknya menegaskan di tiga kecamatan diakui masih ada data yang dobel.

“Di tiga kecamatan itu masih ada yang loncat, artinya ada yang sudah terima buku rekening tapi ATM belum. Khusus yang dobel kita pending dulu,” ucapnya.

Diketahui, anggaran jadup sudah muncul dalam Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) pusat pada akhir 2020 kemarin. Namun nominal yang akan diterima warga hanya Rp 300 ribu bukan Rp 600 ribu sepertinya yang sudah dijanjikan Kemensos kala itu. Ini lantaran terkendala keuangan negara yang tengah down. Demikian pula dengan penerima yang tidak utuh mendapat jatah tersebut.

Dalam pencairan kali ini Lombok Utara mendapat jatah sekitar 75.554 KK atau 242.572 Jiwa. Tetapi yang akan menerima nanti hanya setengahnya yaitu 37.777 KK atau 121.286 jiwa. Setengahnya lagi akan diberikan pada pencairan tahap ketiga yaitu awal tahun 2021.(iko)

Editor: Redaksi

Laporkan Konten