in

Pemda Lombok Utara awasi penerapan protokol COVID-19 di tiga Gili

kicknews.today – Setelah sempat digelar simulasi terkait cleanliness, health, safety, environment (CHSE) di tiga gili (Trawangan, Meno, dan Air) kini Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Utara (KLU) melakukan monitoring, Selasa (29/12). Monitoring dimaksud memastikan apakah semua hotel di pulau benar benar menerapkan aturan protokol kesehatan atau tidak.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) KLU Vidi Eka Kusuma mengatakan, CHSE merupakan syarat yang wajib dimiliki oleh suatu tempat destinasi sehingga destinasi tersebut bisa dikatakan aman dari virus covid-19. Tiga gili yang jadi project jauh hari sudah memiliki itu dan kunjungan kali ini guna memastikan seluruh hotel menerapkan aturan tersebut.

“Ini kegiatan bagian dari monitoring kita mau lihat sejauh mana pelaku wisata terapkan chse dalam rangka menunjang pariwisata,” ungkapnya.

Selain meninjau, monitoring dilakukan untuk memastikan supaya manajemen hotel masing-masing tahu harus berbuat apa tatkala ditemukan kasus covid di tempat mereka. Sedianya ini adalah bagian daripada program pusat melalui anggaran hibah Kementerian Pariwisata untuk Lombok Utara yang nilainya sekitar Rp 15 miliar. Namun terlepas dari itu, berdasarkan pantauan sejumlah hotel sudah maksimal menerapkan prokes.

“Selain beri pembinaan kami juga beri sosialisasi secara langsung,” tandasnya.

Sementara itu, HRD The Trawangan Resort Ramdan mengatakan pihaknya mengelola 32 kamar dan semuanya sudah berstandar prokes covid-19. Mulai menyediakan handsanitizer, dan masker bagi wisatawan yang tidak membawa, hotel yang ia pimpin pun enggan asal menerima tamu terlebih ketika yang bersangkutan tidak lolos tes kesehatan apalagi terdapat gejala reaktif dan sebagainya.

“Kami wanti wanti di tempat reservasi tamu kita sudah siapkan jarak. Makanya sebelum tamu datang kita cek suhu tubuh jika lebih 37 derajat maka kami tidak terima,” katanya.

Menurutnya, penerapan CHSE yang dilakukan di tiga gili sangat penting lantaran jadi suatu kewajiban menjaga daerah pariwisata khususnya di pulau bebas dari covid. Hal ini dibenarkan fakta bahwa sejak Maret atau ketika pandemi menguap di Lombok Utara nyatanya Desa Gili Indah belum tercatat warganya terjangkit virus mematikan tersebut. Ramdan juga mengaku, pihaknya juga melakukan penyemprotan desinfektan setidak tiga hari sekali.

“Makanya untuk Tahun Baru nanti kami tetap sesuaikan dengan protokol kesehatan. Kami tetap koordinasi dengan pihak medis kalau ada tamu yang reaktif,” pungkasnya.(iko)

Editor: Dani

Laporkan Konten