in

Nursiah Latih Takmir Masjid di Lombok Tengah

kicknews.today – Masyarakat Ekonomi Syariah Kabupaten Lombok Tengah mengadakan pelatihan kepada Takmir Masjid untuk memberantas rentenir berbasis Masjid, Jumat (2/10).

Dr. Hj. Baiq Mulianah Ketua MES NTB menjelaskan, bahwa Program Mawar Emas ini diadakan untuk pemberdayaan ekonomi berbasis syariah. Pelatihan ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan kepada Takmir Masjid bahwa masjid adalah tempat untuk melakukan berbagai kegiatan selain untuk kegiatan ibadah.

“Masjid bisa digunakan sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujarnya saat acara pelatihan di BLK Praya.

Rektor Universitas Nahdatul Ulama NTB ini juga menyampaikan bahwa program Pelatihan Takmir Masjid ini merupakan Ikhtiar tidak henti-hentinya akan dilaksanakan untuk mensukseskan program Mawar Mas ini.

“Insya Allah ikhtiar kita ini akan menjadi amal jahiriah untuk kita semua,” tegasnya.

Senada dengan Ketua MES NTB, Ketua MES Kabupaten Lombok Tengah, Dr. H.M. Nursiah yang juga Mantan Sekda Lombok Tengah itu mengatakan bahwa pelatihan Takmir Masjid ini bertujuan untuk memakmurkan masjid dan mengurangi renterir.

“Output yang kami inginkan dari acara ini adalah masjid di Kabupaten Lombok Tengah menjadi semakin makmur dan rentenir di masyarakat menjadi semakin berkurang. Karena kita sama-sama ketahui, keberadaan rentenir sangat menyulitkan masyarakat,” terangnya.

Nursiah yang juga Calon Wakil Bupati Lombok Tengah dengan jargon Maiq Meres menambahkan, dirinya menyakini dan percaya bahwa kebangkitan Kabupaten Lombok Tengah harus dimulai dari masjid.

“Dengan kita mampu memakmurkan masjid, maka akan berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Program Mawar Mas berawal dari keperihatinan banyaknya masyarakat yang terjerat rentenir, sehingga untuk memberantas hal tersebut Pemerintah Provinsi NTB bekerjasama dengan MES, OJK, Bank NTB Syariah dan PMN merancang suatu program pembiayaan yang berbasis syariah dan Masjid.

Maka lahirlah program Melawan Rentenir Berbasis Masjid (Mawar Emas) yang terbentuk melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi NTB. Program ini melibatkan beberapa instansi dengan tujuan utama yaitu mempermudah akses keuangan berbasis masjid serta melawan rentenir di tengah masyarakat.

Mawar Emas menyediakan pinjaman tanpa bunga untuk masyarakat yang ingin mengembangkan usahanya, dan program ini dipusatkan di masjid-masjid. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di lingkungan masjid.

Bank NTB Syariah dan PNM menyiapkan modal untuk dikelola oleh masyarakat tanpa dikenakan bunga. Seperti Bank NTB Syariah menyiapkan dana 1 juta perorang. Setiap orang yang meminjam dana harus berkelompok, dimana dalam satu kelompok terdiri dari 20 orang. Berbeda dengan Bank NTB Syariah, PNM menyiapkan Rp 2 juta per orang dengan sistem yang sama. (Ade)

What do you think?

Premium

Written by TIM Redaksi

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

MES Lombok Tengah Siap Lawan Rentenir

Dalam lima hari kampanye, Bawaslu sudah panggil 15 ASN dan Kaling di Mataram