in

Minimalisir Risiko Bencana, Pemprov NTB bentuk FPRB

kicknews.today – Menghadapi ancaman bencana di NTB, Pemerintah Provinsi NTB membentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB). Tugasnya, selain melakukan kajian dalam upaya meminimalkan dampak risiko bencana juga melaksanakan fungsi koordinasi penanggulangan bencana lintas sektor.

Tahun 2020 ini, forum tersebut fokus pada penyelesaian empat desa tangguh bencana dan pada 2021 nanti ditargetkan terbentuk 10 desa tangguh bencana, yang di dalamnya juga termasuk desa di lingkar Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika. FPRB sendiri merupakan forum yang keanggotaannya terdiri dari unsur pemerintah, swasta, masyarakat dan media.

Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si., berharap forum ini dapat menunjukkan ekistensi dalam membantu pemerintah dan mengambil peran mandiri dalam pengurangan risiko jika terjadi bencana.

“Agar kita tidak gagap menghadapi bencana. Sehingga kewaspadaan, strategi konstruktif dalam manajemen kebencanaan yang terdiri dari orang, anggaran, metode dan peralatan diharapkan bisa mengurangi dampak dan risiko bencana,” ujar Miq Gita, sapaan akrab Sekda Provinsi NTB saat membuka Rakor Pengurangan Resiko Bencana di Hotel Golden Palace, Mataram, Selasa (20/10).

Rencana strategis atau ‘kontigensi plan’ tersebut dikatakan Miq Gita perlu dilakukan dengan melibatkan masyarakat, baik dalam mitigasi maupun politik kebencanaan serta kebijakan yang berkaitan dengan pembangunan akibat potensi bencana dan risiko yang ditimbulkan.

Sekda yang juga ketua pengawas FPRB juga mengingatkan, pasca gempa 2018, terdapat 17.500 rumah program rehab rekon yang harus diselesaikan Desember 2020. Begitu juga terhadap bencana non alam pandemi Covid-19 dimana semua pihak harus terus menyamakan langkah dalam penanggulangan dan penanganannya.

Sebagai bagian dari RPJMD dalam misi NTB Tangguh dan Mantap, Sekda menekankan pentingnya membangun Desa Tangguh Bencana agar masyarakat memiliki kesiapsiagaan dan kesadaran sekaligus infrastruktur dan early warning system yang memadai di setiap desa.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD NTB, I Gusti Bagus Sugiharta, mengatakan saat ini terdapat 142 desa Tangguh Bencana di seluruh NTB dengan skala prioritas berdasarkan potensi ancaman.

Bagus menjelaskan, terdapat 86 desa yang telah dibangun oleh NGO dan 56 desa oleh pemerintah. Targetnya adalah seluruh desa dengan potensi bencana beragam seperti kekeringan, banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan potensi gempa secara umum. (ton)

What do you think?

Member

Written by toni hermawan

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Laskar NTB kawal Pilkada tetap damai

213 Ponpes di Lombok Timur, Masih 30 Persen Belum Kantongi Izin Operasional