in

Minat warga Bima ikut vaksin paling rendah di NTB

Doc. Vaksinasi lansia di Lombok Barat

kicknews.today – Animo masyarakat mengikuti vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bima paling rendah. Dari 10 kabupaten dan kota se NTB, Kabupaten Bima berada pada urutan paling terakhir dengan capaiannya baru 10 persen.

Sekretaris tim gugus penanganan Covid-19 Kabupaten Bima, dr Ganis Kristanto membenarkan animo masyarakat ikut vaksinasi tersebut sangat rendah.

Hal itu kemungkinan besar, karena masyarakat masih kuatir terhadap vaksinasi tersebut. Padahal, vaksinasi memberikan kekebalan terhadap tubuh agar terhindar dari virus yang mematikan ini.

“Vaksin tidak membahayakan tapi memberikan kekebalan tubuh kita,” ujarnya, Kamis (15/7).

Untuk meningkatkan presentase tersebut, Pemerintah Kabupaten Bima mulai menyasar seluruh pegawai dan tenaga penunjang di lingkup Pemkab Bima. Langkah ini dilakukan untuk memotivasi masyarakat, agar mereka lebih siap dan berani.

“Kita memulai seluruh pegawai dan tenaga penunjang. Kita agendakan selama dua hari tuntas. Yakni Kamis sampai Jumat (16/7) besok. Bagi yang tak ikut vaksin khusus pegawai dan tenaga penunjang, bakal dapat konsekuensi,” tegas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima tersebut.

Kata dia, vaksinasi yang dilaksanakan Pemkab Bima ini berlangsung di dua tempat. Yakni di halaman kantor Bupati Bima dan Gedung PKK.

Bagi pegawai yang masih berkantor di wilayah Kota Bima, lokasi di gedung PKK dan ditangani Nakes RSUD Bima. Sedangkan yang berkantor di wilayah Kabupaten Bima, lokasinya di halaman kantor Bupati Bima ditangani Nakes dari Puskesmas Woha, Palibelo dan Belo.

Selain itu, adanya vaksinasi ini dikarena Kabupaten Bima berada pada urutan paling rendah NTB. Sehingga dilaksanakan seperti ini dan memulainya dari para ASN.

“Vaksinasi ini kebutuhan semua dan wajib. Tidak ada kekebalan kelompok kalau belum mencapai 80 persen. Dan target kami tahun ini semuanya harus tuntas,” tuturnya.

Sementara itu, Hj Indah Dhamayanti Putri menyampaikan langkah vaksinasi para ASN ini untuk memotivasi masyarakat agar lebih berani dan siap.

Selain itu, adanya peningkatan kasus dan harus diimbangi dengan vaksinasi.

“Kita ingin memotivasi masyarakat bahwa ASN dilingkup pemerintah divaksin. Sehingga masyarakat lebih siap dan berani. Kalau ASN yang tak ikut vaksin, kita akan evaluasi untuk Tunjangan Kinerjanya (Tukin),” pungkasnya. (rif)

Editor: Annisa

Laporkan Konten