in

Jelang Bau Nyale di Lombok Tengah Polisi akan lakukan Sweping

Kapolres Lombok Tengah - AKBP Esty Setyo Nugroho

kicknews.today – Pemerintah Daerah telah memutuskan perayaan Bau Nyale ditiadakan. Even yang merupakan tradisi masyarakat Sasak di Pantai Seger, Desa Kuta Lombok Tengah ini agendanya tanggal 3-4 Maret 2021 .

Namun, Aparat Polres Lombok Tengah tetap melakukan pengamanan maupun sweeping untuk mencegah adanya kerumunan jelang Bau Nyale dalam rangka mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Kapolres Lombok Tengah, AKBP Esty Setyo Nugroho mengatakan, berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama semua Forkopimda, Bau Nyale tahun ini dilakukan tanpa ada hiburan seremonial seperti tahun sebelumnya yang dapat menimbulkan kerumunan. Hal itu dilakukan guna mencegah penyebaran covid yang saat ini semakin tinggi.

“Pengamanan tetap kita lakukan untuk mencegah adanya kerumunan di beberapa tempat lokasi Bau Nyale,” ujarnya kepada wartawan di kantornya, Senin (1/2).

Selain melakukan sweping, pihaknya juga akan melakukan pembatasan dan operasi Yutisi di jalan masuk menuju lokasi Bau Nyale. Karena masyarakat mulai abai dalam menerapkan protokol kesehatan covid-19.

“Kita akan lakukan pembatasan di pintu masuk lokasi Bau Nyale, baik di Kuta maupun di Selong Belanak,” katanya.

Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk membantu pemerintah dalam mengantisipasi penyebaran virus Covid untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan selalu pakai masker.

“Kalau ada kerumunan saat Bau Nyale, kita akan bubarkan. Jumlah personil yang diturunkan 600 anggota,” pungkasnya.

Terpisah, Bupati Lombok Tengah, H Moh Suhaili FT mengatakan, bahwa kegiatan perayaan Bau Nyale yang telah ditetapkan oleh warga dari hasil sangkap warige tanggal 3-4 Maret tersebut ditiadakan untuk mencegah penyebaran virus Covid.

“Kegiatan Bau Nyale Tahun ini kita tiadakan. Tidak ada hiburan mampu kegiatan seremonial di malam hari,” katanya.

Meskipun tidak ada kegiatan, pihak bersama aparat tetap akan melakukan pengawasan dan pengamanan untuk mencegah adanya kegiatan masyarakat yang dampak mengundang kerumunan.

“Kalau pagi hari itu tentu kita tidak bisa cegah warga setempat turun ke laut Bau Nyale. Kalau ada kerumunan di malam hari itu yang dibubarkan,” pungkasnya. (Ade)

Editor: Dani

Laporkan Konten