in

Gubernur NTB putus kontrak PT GTI

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H Zulkieflimansyah saat menerima perwakilan masyarakat dari Solidaritas Warga Intern Mandalika (SWIM) di Kantor Gubernur NTB di Mataram, Senin (23/8/2021)

kicknews.today – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah secara resmi memutus kontrak terkait pengelolaan lahan di Gili Trawangan dengan PT Gili Trawangan Indah (GTI).
Setelah melewati berbagai proses yang sangat panjang dengan beragam isu dan polemik yang mencuat di publik, Pemerintah Provinsi NTB memutus kontrak dengan PT GTI terkait pemanfaatan dan pengelolaan lahan seluas 65 hektar di Gili Trawangan.
“Keputusan ini karena pihak GTI dinilai belum mampu merealisasikan perjanjian yang sudah ditetapkan,” kata Gubernur NTB, Sabtu (4/9). 
Pemerintah NTB kata Gubernur mengaku, akan mengelola lahan tersebut dengan baik bersama masyarakat.
Zul mengaku, diantara 65 hektar yang dialokasikan pengelolaannya oleh GTI, ternyata 60 hektarnya telah dikelola dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Tersisa hanya 5 hektar yang belum dimanfaatkan alias masih kosong,” katanya.
Secara kasat mata dan logika investasi, masyarakat di Gili Trawangan juga sudah sangat bagus. 
“Tidak mungkin kami mengusir masyarakat kita sendiri untuk salah satu investasi yang belum pasti,” tutur Zul.
Berangkat dari polemik ini, kebijakan addendum Pemprov NTB  mencoba menawarkan kepada pihak GTI  untuk memanfaatkan lahan sisa.
“Itu untuk membuktikan bahwa pihak GTI memiliki keseriusan untuk berinvestasi di Gili Trawangan,” katanya. 
“Tidak ada solusi lain kecuali kami memutuskan kontraknya,” lanjut Zul.
Sebab, ujar dia, masyarakat di Gili Trawangan merasa lebih aman berkontribusi keuntungan kepada pemerintah daerah daripada berkontribusi dengan PT GTI.
Gubernur pun mengaku, pemerintah sudah melakukan berbagai upaya untuk membuka ruang dialog dengan pihak GTI. Namun tidak direspon dengan baik.
“Banyak acara yang dibatalkan karena menunggu kabar dari pihak GTI dan ini sangat keterlaluan,” katanya.
Oleh karenanya, tanpa ragu-ragu merasa tidak perlu ada lagi addendum karena pihak GTI tidak menunjukkan itikad baik. 
“Kami sepakat untuk memutus kontraknya,” tegas Zul.(vik)

Editor: Ina Tina

Laporkan Konten