in

Gubernur bantu ITDC bayar lahan warga Mandalika melalui Bank NTB

Gubernur NTB Zulkieflimansyah

kicknews.today – Persoalan lahan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika khususnya di dalam Sirkuit MotoGP belum juga tuai titik temu.

Hingga kini, PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) tak kunjung membayar lahan warga yang masih mendiami area sirkuit.

“Memang BUMN kita juga PT ITDC sedang ada masalah keuangan,” kata Gubernur Zul usai mengunjungi Sirkuit MotoGP Mandalika, Minggu kemarin.

Kata Zul, Pemda NTB sendiri akan memaksimalkan kondisi keuangan daerah untuk membantu proses pembayaran lahan warga.

“Pemda akan melihat institusi keuangan kita untuk berpartisipasi membantu. Nanti kita akan coba membantu (pembayaran lahan warga, red) dengan Bank NTB,” lanjut Zul.

Ia menegaskan lahan warga yang berada di dalam area Sirkuit MotoGP Mandalika atau di lahan HPL nomor 22 Penlok I KEK Mandalika akan segera mendapatkan bayaran sesuai harga appraisal.

“Insha Allah selesai kok,” kata Zul.

Ia pun berharap gelaran WorldSBK yang direncanakan akan digelar pada 12-14 November bisa berjalan sesuai rencana.

“Aman kok,” singkat Gubenur.

Soal adanya penggusuran lahan warga, Gubernur NTB pun tak mengetahui persis adanya penggusuran paksa lahan warga di Dusun Bahang, Muntung Denong, dan Dusun Bahang, Desa Mertak Kecamatan Pujut.

“Saya tidak tahu, saya belum update informasinya,” kata Zul.

Penggusuran lahan warga untuk membangun jalan JKK pendukung Sirkuit MotoGP di Dusun Bahang telah berlangsung sejak Senin 30 Agustus hingga Senin 6 September 2021 pekan lalu.

Sebelumnya, warga lingkar Sirkuit MotoGP Mandalika, Damar, mengaku bahwa ia akan pergi dari lahan di Dusun Ebunut, Kuta, jika dibayar ITDC.

“Kita akan pergi kok. Asal sudah dibayar. Kalau belum juga dibayar kami akan tetap tinggal,” kata Damar.

Damar juga menegaskan bahwa selama ini ia tak pernah mengganggu proses pembangunan sirkuit.

“Aman saja di sini. Intinya lahan kami dibayar sesuai apresssial kami bisa pergi,” terang Damar. (vik)

Editor: Annisa

Laporkan Konten