in

Ekspor Lobster dicabut, Nelayan Lombok Tengah ‘gigit jari’

ilustrasi ekspor lobster

kicknews.today – Izin ekspor benih Lobster sementara ditutup pasca mantan Menteri Perikanan dan Kelautan, Edy Prabowo tersangkut kasus korupsi. Ribuan Nelayan Lobster Lombok Tengah (Loteng) pun gigit jari. Mereka terpaksa kembali beralih menjadi nelayan penangkap ikan lagi.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Loteng, M Kamrin mengatakan, bahwa untuk sementara ekspore tidak bisa dilakukan, karena izin ekspore telah di cabut untuk sementara waktu untuk sementara oleh pemerintah pusat.

“Izin ekspore sekarang telah dicabut. Sehingga tidak boleh ada perusahan yang melakukan ekspore lobster dulu. Namun berbeda dengan budidaya tetap diperbolehkan,” ujarnya kepada wartawan di kantornya, Selasa (16/2).

Ia menegaskan, pencabutan ijin ekspore ini dilakukan oleh pemerintah pusat berdasarkan hasil evaluasi sebelumnya. Salah satunya adalah, karena ekspore lobster dengan budidaya lobster tidak berjalan bersama. Artinya, kebanyakan perusahaan hanya melakukan ekspore. Sedangkan budidaya tidak dilakukan.

“Banyak nelayan lobster itu kembali menangkap ikan, karena izin Ekspore dicabut,” jelasnya.

Ditegaskan, dampak dari pencabutan izin ekspore lobster tersebut, selain telah menurunkan harga, namun telah membuat para nelayan sebelumnya beralih profesi sebagai nelayan biasa atau nelayan yang keseharianya menangkap ikan.

“Mau tidak mau mereka untuk sementara menjadi nelayan penangkapan ikan biasa,” jelasnya.

“Berdasarkan datanya dari sekitar 5000 nelayan lobster ternyata, baru ada sekitar 2 ribu nelayan yang sudah ada izin untuk menangkap,” tuturnya.

Ditambahkan, rencananya kedepanya, pihaknya juga akan melakukan pengaturan pada keramba lobster milik nelayan. Hal itu penting dilakukan, agar keramba lobster tertata dan sistem zonasi untuk lokasinya tidak akan mengganggu kawasan wisata lainnya.

“Ini sangat penting sekali. Rencana pengaturan keramba ini kita akan mulai dari Awang terus menuju ke lainnya,” pungkasnya. (Ade)

Editor: Redaksi

Laporkan Konten