in

DPRD Lombok Tengah terusik dengan Refocusing Anggaran

Wakil Ketua DPRD Lombok Tengah, H Lalu Sarjana.

kicknews.today – Refocusing anggaran yang akan dilakukan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) untuk penanganan pandemi Covid-19 mendapat dukungan DPRD. Namun, pemerintah daerah diminta tidak mengambil keputusan sendiri dalam melakukan refocusing anggaran Tahun 2021, sebagaimana disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Lombok Tengah, H Lalu Sarjana.

“Intinya kami dukung segala langkah Pemda dengan situasi serba sulit ini, tentu dengan tidak mengambil keputusan sendiri,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (17/3).

Ditegaskan, dalam hal refocusing tentunya pihak DPRD mendukung langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah, karena memang itu dari Pemerintah Pusat. Tetapi pihaknya juga berharap sebaliknya untuk saling memahami, bahwa pihak Dewan memiliki kewajiban terhadap konstituen dan merupakan amanah Undang-undang.

“Dalam hal pokok pikiran Dewan, saya juga sedikit heran sih dengan statement yang kadang-kadang selalu nyinggung tentang anggaran pokir. Ini persepsi yang keliru,” jelasnya.

Menurutnya, Pokir bukanlah semata-mata untuk personal anggota, tetapi perlu diingat bahwa undang-undang mengamanahkan dewan melakukan penyerapan aspirasi lewat dua hal yaitu Musrenbang dan Reses.

“Dua sumber aspirasi masyarakat Lombok Tengah inilah yang dipadukan hingga menjadi program utuh Pemerintah Daerah dalam hal ini RPJMD yang dituangkan di APBD yang kami sahkan bersama dan itu semua menjadi program masyarakat Lombok Tengah,” jelasnya.

“Pokir boleh direfocusing, saya tidak ada alasan untuk pertahankan itu,” katanya.

Lebih lanjut, Politisi Fraksi PKB itu mengatakan, pihaknya tetap berharap komunikasi dan koordinasi tetap terjaga sebagai mitra kerja yang baik. Jangan sampai Pokir harus dibabat habis, karena bukan untuk kepentingan pribadi Dewan, tetapi aspirasi yang harus tereksekusi kerena masyarakat sudah menunggu.

“Tidak ada beda hasil Musrenbang dengan hasil reses, sama-sama aspirasi yang harus kita pertanggung jawabkan di masyarakat,”

Ia juga mengatakan, dengan anggaran yang dibutuhkan Rp 119 Miliar, sementara yang sudah ada Rp 20 Miliar. Artinya masih banyak kekurangan sesuai dgn perintah pusat yang nota bene 8%, anggaran DAU kena refocusing. Sehingga kekurangan itu yang perlu dipecahkan bersama-sama.

“Pos-pos mana yang harus direfocusing di masing-masing OPD. Demikian juga Sekretriat Dewan dan anggaran belanja lainnya di DPRD Loteng seperti perjalan Dinas, makan minum. Kami tidak menutup diri itu dilakukan refocusing,” pungkasnya. (Ade)

Editor: Redaksi

Laporkan Konten