in

Dorna kagum dengan gadis berpakaian adat di WSBK Mandalika

Gadis berpakaian adat ikut meramaikan ajang WSBK Mandalika, Minggu (13/11). foto: antara
Gadis berpakaian adat ikut meramaikan ajang WSBK Mandalika, Minggu (13/11). foto: antara

kicknews.today – Ajang balap World Superbike (WSBK) 2022 di Sirkuit Mandalika berakhir sukses dan lancar. Toprak Razgatlioglu menjadi jawara pada 2 Race di Mandalika. Sementara Alvaro Bautista yang finis keempat berhasil mengunci gelar juara dunia WSBK 2022.

Beragam pertunjukan ikut meriahkan WSBK Mandalika. Mulai dari gendang beleq, tarian api, band ternama hingga artis ibukota.

Namun, yang paling menyita perhatian Dorna selaku penyelenggara WSBK adalah para perempuan yang mengenakan pakaian adat lokal. Para perempuan tersebut ikut meramaikan pada sesi pit walk, sehingga mereka bisa menyaksikan dari dekat aktifitas para pembalap.

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria mengatakan, perempuan berpakaian adat itu dilakukan untuk mempromosikan budaya lokal ke dunia internasional. Pada ajang kali ini, MGPA bukan Cuma WSBK, tapi juga Lombok Sumbawa Festival.

“Kali ini, kami tampilkan sosial budayanya Nusa Tenggara Barat. Di sesi pit lane walk ada wanita menggunakan baju adat daerah, itu menjadi tontonan bagi pembalap, timnya, dan Dorna,” jelas Priandhi, Minggu (13/11).

Dorna Sports kata Priandhi terpukau dan kagum dengan baju adat yang dikenakan para perempuan tersebut. Mereka juga kerap bertanya soal baju hingga aksesoris yang dipakai para gadis tersebut. 

“Dorna melihat wanita-wanita itu dan mempertanyakan bajunya handmade ya?. Gelangnya terlihat bukan bikinan pabrik? Saya kasih tahu bahwa gelang itu diketok, satu-satu dibentuk. Buat mereka ini sesuatu yang belum pernah dilihat,” tutur Priandhi.

Bahkan sebut Priandhi, ada satu wanita berdiri di depan garasi tertutup yang tidak terpakai. Kemudian, dipanggil sama Dorna untuk pindah berdiri di garasi yang terbuka, sehingga kalau orang foto bisa kelihatan baju adatnya.

“Artinya, mereka turut serta mempromosikan,” ujarnya. 

Penampilan para gadis berbaju adat itu tidak hanya mempromosikan NTB, tetapi juga menjadi salah satu upaya MGPA untuk meningkatkan animo masyarakat terhadap WSBK. (jr)

Editor: Awen

Laporkan Konten