in

Dampak Covid-19 di Lombok Tengah, Program JPS era Bupati Suhaili dihentikan

Kepala Dinas Sosial Lombok Tengah - Loteng, Hj. Baiq Sri Hastuti Handayani

kicknews.today – Dampak wabah Covid-19 masih terus dirasakan masyarakat di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Sehingga Pemerintah Daerah (Pemda) tahun 2021 memastikan tidak melanjutkan penyaluran program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Bersatu.

“Penyaluran program JPS Bersatu tahun ini tidak ada anggaran dampak pandemi Covid-19,” kata Kepala Dinas Sosial (Disos) Loteng, Hj. Baiq Sri Hastuti Handayani kepada wartawan, Rabu (3/3).

Pada Tahun 2021 pemerintah hanya menyalurkan bantuan program reguler, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Sementara JPS Bersatu diketahui menjadi judul program Bupati Lombok Tengah saat itu, Suhaili FT untuk membantu masyarakat terdampak Pandemi.

“Artinya, masyarakat terdampak Covid-19 yang sebelumnya mendapatkan program JPS Bersatu, tahun ini tidak bisa lagi mengandalkan bantuan Pemda,” ujarnya.

“Kondisinya memang seperti ini. Dulu bantuan sosial ini kita bagi rata. Yang sudah dapat PKH dan BPNT tidak bisa dapat bantuan JPS,” katanya.

Ia juga menjelaskan, jumlah warga penerima program JPS Bersatu di Loteng pada tahun 2020 lalu sebanyak 10 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Dimana, pihaknya menyatakan jika proses penyalurannya telah tuntas 100 persen.

Sedangkan besaran program JPS yang diterima per KPM mencapai Rp 600 ribu. Bahkan selain program JPS bersatu, penyaluran JPS Gemilang dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB juga tidak dilanjutkan tahun ini.

“Tidak adanya penyaluran ini akibat pandemi Covid-19 sedang dalam tahap pemulihan. Jadi, nantinya Pemprov NTB akan menyiapkan skema bantuan sosial lain bagi masyarakat,” pungkasnya. (Ade)

Editor: Redaksi

Laporkan Konten