in

Catat, Wisatawan ke Tiga Gili Harus tunjukkan hasil Rapid Test

Polisi saat melakukan pengawasan di Bangsal tadi pagi

kicknews.today – Angka penyebaran virus covid-19 belakangan mulai melonjak lagi di Nusa Tenggara Barat, tak terkecuali Kabupaten Lombok Utara (KLU). Maka sebagai daerah tujuan wisata, para wisatawan yang datang ke tiga gili (Trawangan, Meno, dan Air) diharap mematuhi protokol kesehatan dan menunjukkan hasil rapid test.

“Untuk Wisatawan harus bisa menunjukan hasil rapid test untuk memastikan tidak ada penyebaran virus corona ke pulau wisata internasional ini,” ungkap Kasat Polairud Polres KLU AKP I Made Susila Artana, saat melaksanakan pengawasan di Pelabuhan Bangsal, Rabu (27/1).

Menurutnya, sebagai jalur penyeberangan menuju tiga Gili, Polisi benar benar melakukan upaya sterilisasi dengan melakukan pemeriksaan ketat dan memberikan imbauan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19. Baik kepada para wisatawan dan masyarakat yang akan berkunjung ke pulau tersebut.

“Kegiatan pengawasan dan patroli baik di Pelabuhan Bangsal hingga ke semua gili akan terus kita lakukan, harapannya dapat mengajak warga disiplin dan menaati protokol kesehatan untuk menuju Gili Indah zero Covid-19,” jelasnya.

“Kami mengimbau supaya semua pihak membiasakan disiplin menjalankan protokol kesehatan melalui 3 M, yaitu menjaga jarak, menggunakan masker dalam segala aktivitas dan mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer,” imbuhnya.

Untuk kasus virus korona di Lombok Utara, menukil data Satgas Covid-19 KLU hingga tanggal 26 Januari 2021 tercatat ada 10 orang positif covid. 33 orang sementara masih dalam masa karantina atau isolasi 23 orang lain diketahui memiliki kontak erat dengan pasien yang sebelumnya telah terpapar.(iko)

Advertisements

rico winanda

Written by rico winanda

Comments

Leave a Reply

Avatar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

What do you think?

Polisi gerebek Transaksi Sabu di Salon Kecantikan di Dompu

Sebar Video mesum Oknum Polisi, 2 Pemilik Akun Facebook jadi Tersangka baru