in

Bupati Lombok Utara: Semua proyek harus gunakan tenaga lokal

Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu

kicknews.today – Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, mengimbau kepada seluruh Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menggunakan tenaga lokal dalam pengerjaan proyek. Hal ini diungkapkan saat melakukan peletakkan batu pertama pembangunan perpustakaan di Kecamatan Gangga, Senin (7/6). 

Menurutnya, proyek pembangunan melibatkan masyarakat Lombok Utara karena dapat menambah penghasilan masyarakat yang terdampak pandemi. Terlebih masyarakat di sektor pariwisata banyak yang menganggur karena wisata ditutup.

“Manfaatkan tenaga lokal sepanjang tenaga itu ada ditempat kita. Ini untuk kenyamanan para pengusaha juga,” ungkapnya.

Dijelaskan, tidak hanya kepada Pimpinan OPD melainkan para pengusaha atau kontraktor yang mendapat pekerjaan di instansi terkait turut memprioritaskan tenaga lokal. Upaya ini dianggap membantu warga yang sedang mengalami krisis ekonomi, pun juga untuk meningkatkan perekonomian secara makro. Diketahui jika Lombok Utara saat ini memiliki jumlah kemiskinan mencapai 56 ribu jiwa.

“Ini penting saya sampaikan karena disamping cari rezeki, suatu saat ada program fisik supaya anak-anak kita bisa ikut serta bekerja,” jelasnya.

Menilik lebih jauh, Pimpinan PKB Lombok Utara tersebut kerap mendengar pekerja proyek banyak di ambil dari luar. Pihaknya objektif ketika pembangunan tersebut dibutuhkan keterampilan atau skils yang mempuni, dan di daerah tidak ada kompetensi itu maka ia mempersilakan mengambil dari luar. Tetapi jika proyek sederhana dan masih bisa ditalangi maka wajib tenaga lokal.

“Biasanya seperti itu, makanya ia yang harus saya tekankan. Tidak perlu pakai surat segala, karena instruksi saya sudah jelas bunyinya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lombok Utara, Herianto, mengamini apa yang jadi perintah pimpinanya. Pihaknya mengatakan, prioritas terhadap tenaga lokal adalah yang utama ditengah pandemi ini tak jarang warga di PHK oleh perusahaannya. Terlebih pusat juga menginstruksikan bahwa pekerjaan apapun, terutama dana desa untuk dikerjakan melalui mekanisme padat karya.

“Memang harus begitu, makanya pusat minta yang di desa harus pakai sistem padat karya. Itu akan membantu ekonomi warga,” pungkasnya. (iko)

Editor: Annisa

Laporkan Konten