in

Budidaya Udang Vaname Dorong Ekonomi Ditengah Pandemi

kicknews.today – Di tengah merebaknya Pandemi Covid-19 yang memukul ekonomi Kabupaten Lombok Utara, membuat banyak usaha yang tutup sementara waktu atau bahkan gulung tikar. Namun tak begitu dengan kisah yang dialami Kelompok Budidaya Udang Vaname di Dusun Lokok Kengkang, Desa Sukadana, Kecamatan Bayan.

Kelompok Udang Vaname Putri Dasker, yang mengelola sekitar 40 kolam kini tinggal menunggu waktu panen kedua. Dibentuk pada tahun 2019 lalu pada panen pertama kelompok ini dapat menghasilkan udang kualitas bagus bahkan hingga dikirim ke luar daerah.

“Kemarin saat panen kita dapat 1 ton 400 kilogram dan bulan depan kita akan lakukan panen kedua,” ungkap Ketua Kelompok Sahiduk, belum lama ini.

Dijelaskan, budidaya udang yang tergolong jenis baru tersebut dinilai susah-susah gampang. Pasalnya, pembibitan tiap kolam diisi 2 kantong dengan estimasi jumlah lima ribu ekor. Pemberian pakan yang disubsidi oleh dinas dapat membantu pengoptimalan bibit hingga 70 hari kedepan sebelum panen.

“Kalau umuran 2 bulan nanti itu diperkirakan 90 kilogram tiap kolam. Bagus untuk kedepannya kita berharap terus berkembang,” jelasnya.

Menyangkut pangsa pasar, Sahiduk mengaku belum cukup kesulitan mengingat berkaca pada panen pertama udang langsung habis diserbu masyarakat, bahkan sebagian ada yang dikirim ke sejumlah pasar yang ada di Mataram. Perihal harga pada saat sebelum pandemi untuk satu kilogram pihaknya menjual sekitar Rp 65 ribu. Namun ditengah pandemi begini harga bisa menurun diperkirakan Rp 40 ribu saja per-satu kilogram.

“Besok ini sudah ada masuk permintaan pengiriman ke Jawa. Untuk pasar memang kita tidak kesulitan, tapi operasional ini yang besar karena mesin genset tidak boleh mati selama 24 jam,” katanya.

Pihaknya menilai, budidaya udang vaname yang notabene merupakan bantuan Wirausaha baru (WUB) yang menyasar ibu-ibu ini dirasa membantu. Ekonomi warga khususnya dipesisir pantai sedikit tidak meningkat terlebih ditengah pandemi yang kian hari merajalela. Maka itu, pihaknya berharap kedepan supaya pemkab terus intens menggelontorkan program serupa bagi masyarakat yang lain.

“Terimakasih untuk pemerintah, karena ketika awal kita diberikan ini banyak masyarakat yang khawatir tidak bisa kelola. Namanya usaha, kita jalani saja dulu, dan sekarang banyak masyarakat lain yang minat,” pungkasnya.(iko)

What do you think?

Premium

Written by TIM Redaksi

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Pemkot lakukan penertiban APK, Martawang: Jalan Udayana dan Pejanggik Harus Steril dari APK

Pria Asal Lotim Ditangkap Polisi Selundupan Sabu dalam Dubur