in

Banyak pintu ke Tiga Gili, PAD Lombok Utara malah minim

Dermaga yang jadi pintu masuk ke Gili. foto : rico

kicknews.today – Banyaknya pintu masuk menuju ke tiga gili dinilai menjadi penyebab Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) belum maksimal. Terlepas menyangkut persoalan gempa dan pandemi Covid-19, nyatanya pintu masuk menuju kawasan destinasi itu juga belum bisa dibenahi pemerintah.

Demikian diungkapkan Ketua DPRD KLU Nasrudin, Rabu (13/1).

Menurutnya, meski Pemda sudah menetapkan Pelabuhan Teluk Nara sebagai pintu masuk yang resmi, hanya saja kenyataan di lapangan belum berjalan. Parahnya lagi, kondisi terminal Teluk Nara yang hancur akibat gempa sampai saat ini belum diperbaiki.

“Dalam rangka penertiban karena sekarang semua aktif, Bangsal aktif, Teluk Nara aktif, apalagi jalur tikus juga banyak ini kan jadi tidak maksimal,” ungkapnya.

Dijelaskan, sejatinya jika daerah mampu mengelola wisatawan yang masuk melalui Teluk Nara atau yang dari Bali menuju ke tiga gili langsung, hal ini akan benar-benar dapat terasa manfaatnya. Terutama menyangkut sisi pendapatan, pasalnya diketahui pengusaha fastboat acapkali membawa ratusan bahkan ribuan penumpang setiap hari dari Bali dan daerah tidak mendapat konpensasi dari itu.

“Kita akan dorong komisi II yang membidangi pariwisata, memanggil semua pihak bagian hukum bpkad dan pariwisata supaya ke depan lebih berkompeten,” jelasnya.

Pihaknya menyebut, Terminal Teluk Nara yang notabene dibangun dengan biaya kurang lebih Rp 7 miliar justru tidak terlihat manfaatnya. Kendati saat ini sudah rusak akibat gempa, namun pemerintah terlihat tidak memiliki upaya dalam melakukan pemataan lokasi itu. Politisi Gerindra ini mengaku Teluk Nara mesti ditata lebih dulu sehingga ke depan kapal-kapal bisa bersandar dan seluruh wisatawan yang akan menyebrang di fokuskan di sana.

“Teluk Nara sudah tetapkan jadi pintu masuk fokuskan parkiran dan kapal, kita punya bus manfaatkan bawa wisatawan kemana ya sudah manfaatkan,” sebutnya.

“Biarkan Pelabuhan Bangsal dijadikan khusus untuk pengangkut barang saja. Dan di pulau harus ada pihak yang memeriksa wisatawan yang langsung masuk dari Bali. Dengan begini PAD kita bisa meningkat,” pungkasnya.(iko)

What do you think?

Member

Written by rico winanda

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Proyek strategis di NTB sedot anggaran Rp 449,4 Miliar

Satlantas Lombok Timur Kampanyekan Transportasi Sehat