in

3 Rumah Tahan Gempa di Lombok Tengah dibongkar TNI

Salah satu rumah rtg yg dibongkar

kicknews.today – Komandan Kodim (Dandim) 1620/ Lombok Tengah (Loteng) Letkol Inf I Putu Tangkas Wiratawan S.I.P bersama Kordinator Wilayah (Korwil) dan tim fasilitator terpadu melakukan penindakan dengan membongkar tiga unit Rumah Tahan Gempa (RTG) yang tak sesuai spesifikasi. Pembongkaran dilakukan di tiga titik, Desa Setiling, Kecamatan Batukliang Utara.

“Tindakan ini demi mencegah buruknya kualitas hunian korban gempa yang dibangun dari Dana Siap Pakai (DSP) Pemerintah Pusat, ” ujar Letkol.inf I Putu Tangkas kepada wartawan, Kamis (18/3).

Dari hasil pengawasan, ada banyak catatan dan problem yang ditemukan terhadap rumah yang di bangun oleh para tukang.

Untuk itu Dandim memerintahkan kepada tim fasilitator terpadu agar melakukkan pembongkaran terhadap 3 unit rumah RTG yang di bangun tidak sesuai dengan spek atau tidak sesuai dengan ketentuan yang sudah di tentukan.

“Saya perintahkan untuk bangunan yang salah dan tidak sesuai dengan ketentuan harus di bongkar dan lakukkan pembangunan ulang sesuai dengan spesifikasinya,” jelasnya.

Selain penindakan dan pembongkaran, ada juga langkah perbaikan dan perkuatan struktur bangunan. Dicontohkannya, besi yang tidak sesuai spesifikasi, pemasangannya yang tidak sesuai, pondasi bangunannya miring disisipkan besi tambahan.

“Pondasinya yang rapuh dan bengkok, atau bantalan cornya miring, ya harus kita bongkar,’’ tegasnya.

Selain itu Dandim juga mengingatkan agar aplikator sebagai pihak ketiga yang teken kontrak dengan Pokmas, bertanggung jawab dengan membangun sesuai juklak juknis (RAB) bangunan sesuai rekomendasi.

‘’Kita jauh-jauh hari sudah ingatkan, untuk pembangunannya agar di sesuaikan dengan aturan dan tukang nya juga harus terus di awasi agar mereka tidak asal membangun tapi tau bagaimana aturan, ukuran dan bentuk rumah yang sesuai dalam gambar,” jelasnya.

Menurutnya, dalam pembangunan RTG tersebut Aplikator menggunakan tukang lokal bertujuan untuk memberdayaan masyarakat setempat namun sebaliknya para tukang tersebut jangan kerja asal asalan sehingga mempengaruhi kualitas bangunan milik korban gempa.

“Karena begitu rumah ini jadi, nanti akan kita serahkan kepada masyarakat untuk itu jangan sampai mengecewakan masyaraka,” pungkasnya (Ade)

Editor: Redaksi

Laporkan Konten