in

213 Ponpes di Lombok Timur, Masih 30 Persen Belum Kantongi Izin Operasional

kicknews.today – Kementrian Agama (Kemenag) Lombok Timur mencatat masih ada Pondok Pesantren yang belum dikeluarkan izinnya. Pasalnya, harus melalui Dirjen Pendis di pusat. Kepala Kemenag Lombok Timur, H Azharudin mengatakan, jumlah Ponpes yang ada di Lombok Timur sebanyak 213. Namun dari angka ini belum semuanya mendapatkan izin.


“Yang belum kayaknya 30 persen ,” terang Azharudin kepada wartawan, Rabu (21/10).


Izin yang belum dikeluarkan ini, sebab pengurusan izin melalui Dirjen Pendis untuk izin operasional. Selanjutnya persoalan kriteria, sebab Ponpes itu mutlak adanya pembina secara khusus, baik pembina untuk tahfiz al-qu’an, kitab kuning, dan bahasa Inggris maupun bahasa arab. Kemudian persyaratan selanjutnya harus ada asrama.
“Tempat mereka harus ada baru dikatakan pondok pesantren,” katanya.


Banyak juga pondok hanya membuka lembaga pendidikan formal. Tidak memiliki asrama, tidak memiliki masjid, dan tidak ada pembina-pembina secara khusus yang ditemukan di Ponpes. Hal ini tentunya berpengaruh dan menjadi kendala untuk keluarnya izin.

“Itu kendalanya,” Keluh Azharuddin.
Sisi lain, kata Azharuddin pada bulan juli telah dibuka oleh bupati. Dengan ketentuan Ponpes yang yang memiliki program khusus. Sebanyak 52 Ponpes yang direkomendasikan untuk dibuka.


“Semuanya sudah buka,” akunya.


Ia berharap kualitas lulusan pesantren bukan hanya mumpuni dalam ilmu agama saja, melainkan memiliki keterampilan khusus. Nantinya kerampilan khusus yang dimilikinya demi masa depan para santri.


“Kualitas lulusan ponpes itu luar biasa,” ujarnya.

Terpisah Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur HM Juani Taofik mengatakan, sejak beberapa bulan lalu membuka beberapa Ponpes. Sampai saat ini tidak ditemukan adanya cluster baru penyebaran covid-19.


“Alhamdulillah tidak ada cluster pesantren,” ucapnya syukur.
Ia juga mengaku dengan keberadaan pondok pesantren dapat memberikan layanan pendidikan kepada para generasi bangsa. Serta Ponpes diharapkan dapat mencegah pernikahan dini


“Pengaruh Ponpes juga mencegah pernikahan dini,” harapnya. (Oni)

What do you think?

Member

Written by toni hermawan

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Minimalisir Risiko Bencana, Pemprov NTB bentuk FPRB

Sandiaga Uno Sebut Setiap Krisis Ada Peluang