in

10 Anak bermasalah di Lombok Timur tak punya dokumen identitas

ilustrasi

kicknews.today – Pusat Kesejahteraan Sosial Anak Integratif (PKSAI) Lombok Timur mencatat ada 10 usia anak yang tidak memiliki dokumen identitas diri. Jumlah ini disinyalir terus bertambah.

Koordinator (PKSAI) Lombok Timur Khalid Bisri melalui Satuan Bakti Pekerja Sosial (Peksos) Lombok Timur, Muhammad Taufik mengatakan, pihaknya menangani sekitar sepuluh orang usia anak tidak memiliki dokumen identitas diri.

Angka ini didapatkan ketika anak-anak tersebut dalam masalah. Selanjutnya pihaknya melakukan assessment lapangan, ditemukan anak-anak tidak memiliki dokumen.
“Kita tau anak ini tidak memiliki dokumen identitas diri ketika dia berkasus,” kata Taufik.

Ditambahkannya, dalam penyelesaian kasus yang dihadapi anak, tentu yang pertama kali dibutuhkan adalah dokumen atau identitas anak. Supaya memudahkan dalam memberikan pendampingan.

“Pertama dicari ya itu dokumen atau data si anak,” akunya.

Anak-anak yang tidak memiliki dokumen identitas dirinya seperti tidak memiliki akte kelahiran, kartu keluarga dan kelengkapan pendukung lainnya. Salah satu faktornya orang tua tidak memiliki buku nikah dan seorang ibu yang membesarkan anaknya tanpa andil seorang ayah.

Faktor lain, ada yang menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW), lalu menikah di rantauan dan membawa pulang seorang anak ke tanah air.

Padahal menurutnya, jika anak tidak memiliki dokumen identitas diri akan menyulitkan untuk menerima hak-haknya.

“Kalau mau daftar sekolah kan yang dicari akte sama kartu keluarga, kalau gak punya tidak dapat mengakses pendidikan,” keluhnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat jika kesulitan dalam mengurus administrasi anak-anak yang tidak memiliki dokumen identitas diri dapat ke PKSAI. Sebab lembaga ini bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil).

“Salah satu hak dasar yang harus diberikan orang tua kepada anak yaitu Identitas. Identitas itu penting, kalau dia tidak punya anak akan kesulitan mengakses layanan-layanan yang ada,” tutupnya. (Oni).

Editor: Haris

What do you think?

Member

Written by toni hermawan

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Dua pendemo Omnibus Law positif COVID-19

Curi 5 drum aspal, empat pemuda diringkus Polres Lombok Timur