Ratusan warga Bima jadi korban gigitan anjing 6 bulan terakhir, 20 persen sampel positif rabies 

kicknews.today – Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Bima mencatat sebanyak 191 kasus periode Juni 2023. Meski demikian, belum ada korban meninggal dunia dari ratusan kasus tersebut.

“Para korban langsung ditangani cepat dengan memberikan vaksin anti rabies,” kata Pelaksana Harian (Plh) Kabid Kesehatan Disnakeswan Bima, Zulkifli pada Jumat (11/8).

Menurut Zulkifli,  masyarakat saat ini sudah cukup paham metode penanganan awal korban gigitan. Misalnya, luka gigitan mereka basuh menggunakan air mengalir dan mencuci pakai sabun sebelum korban dibawa ke Puskesmas terdekat.

Usia para korban gigitan anjing gila bervariatif, mulai dari kalangan anak-anak hingga lanjut usia (Lansia). Dari ragam usia ini, korban terbanyak didominasi antara usia 30 hingga 40 tahun keatas.

Pada kebanyakan kasus, mereka dilaporkan rata-rata diterkam anjing dengan tiba-tiba dari arah depan hingga belakang. Ada yang sedang jalan, bermain hingga tengah duduk santai di serambi pekarangan rumah.

“Anjing-anjing ini ada yang bertuan dan ada juga anjing liar. Untuk anjing yang bertuan akan disuntik vaksin anti rabies,” katanya.

Sementara anjing liar, pasca menyerang korban biasanya dibunuh dan dikuburkan untuk keperluan mengambil sampel otak. Sampel tersebut dikirim ke Denpasar untuk dilakukan uji laboratorium, memastikan apakah anjing penular virus rabies atau tidak.

Dari hasil uji laboratorium pada ratusan kasus yang ada, sekitar 20 persen diantaranya dinyatakan positif penular virus rabies. Para korban yang tercatat digigit anjing yang positif rabies akan diberikan penanganan lebih lanjut.

“Meski bangkainya sudah dikubur, penularan virusnya masih bisa terjadi melalui udara. Cuman dengan dikuburkan ini, hanya untuk meminimalisir penularan,” katanya.

Meminimalisir kasus gigitan, Disnakeswan tahun ini telah usulkan pembentukan kader siaga rabies (Kasira) pada empat kecamatan. Terdiri dari Kecamatan Langgudu, Lambu, Madapangga dan Donggo.

Usulan pembentukan Kasira di sejumlah  wilayah itu bukan tanpa sebab. Melainkan sesuai acuan lokasi temuan kasus gigitan terbanyak yang terjadi pada beberapa tahun belakangan ini. “Semoga usulan kami diterima. Keberadaan Kasira nanti akan mengedukasi masyarakat dan berikan penanganan awal jika ada korban gigitan,” pungkasnya. (jr)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI