Pria di Bima tewas disambar petir

kicknews.today – Faharudin, 36 tahun warga Desa Rasabou Kecamatan Bolo Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ditemukan tewas tersambar petir di area persawahan desa setempat, Senin sore (16/1). Peristiwa itu terjadi saat korban sedang berteduh di gubuk saat hujan turun, sekira pukul 15.30 Wita.

Kapolsek Bolo AKP Hanafi mengatakan, korban pergi ke sawah saat siang hari untuk menjaga tanaman padi dari barung. Ketika hujan turun, Faharudin beteduh di gubuk miliknya. Sekitar pukul 16.00 Wita, korban ditemukan meninggal akibat disambar petir oleh Hadijah, 60 tahun.

“Selain korban, gubuk juga ikut hancur disambar petir,” kata Hanafi.

Sebelum kejadian, Hadijah sempat melihat korban hendak memantau kondisi padinya. Kebetulan sawah mereka bersebelahan. Namun, tidak lama kemudian ia kaget melihat korban tewas tergeletak.

“Melihat korban dalam kondisi meninggal dunia, Hadijah lantas bergegas ke kampung dan melaporkan ke warga dan ke Polsek Bolo,” katanya.

Sejumlah warga kemudian berbondong-berbondong lokasi kejadian untuk mengevakuasi jasad korban untuk disemayamkan. Jasad korban sempat divisum luar oleh pihak Puskesmas Bolo.

“Hasilnya, korban meninggal disambar petir. Pihak keluarga juga sudah mengikhlaskan kepergian korban dan menganggap sebagai musibah,” jelasnya.

Anggota BPD Rasabou, mengatakan, almarhum meninggalkan dua orang anak dan istri yang sedang mengandung anak ketiga.

“Iya, istrinya lagi hamil,” katanya, Senin malam (16/1).

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI