in

PAN Buntaran: Saya mundur kalau tidak ada peningkatan suara Lombok Tengah

Buntaran saat menerima SK dari DPP PAN di Jakarta (27/4/2021).

kicknews.today – DPP Partai Amanat Nasional (PAN) akhirnya menunjuk Buntaran sebagai Ketua DPD PAN Lombok Tengah (Loteng) menggantikan Marsekan Fatawi. Penunjukan tersebut sesuai SK DPP PAN Nomor:PAN/A/Kpts/KU-SJ/251/IV/2021 yang terbit 20 April 2021. SK ditandatangani dan diserahkan langsung Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan dan Sekjen DPP, Edy Soeparno di Jakarta, pekan lalu.

Mengacu pada kutipan SK tersebut, Marsekan Fatawi yang sebelumnya menjabat ketua digeser sebagai Sekretaris dan Yasir Amrillah menjabat bendahara.
“Menjadi Ketua Partai bukan untuk gagah-gagahan. Ini amanah yang sangat berat, karena harus membesarkan partai sesuai perintah DPP,” ujar Buntaran saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (27/4).

Pasca menerima SK, Buntaran akan segera lakukan konsolidasi internal. Terutama dengan Sekretaris dan Bendahara baru DPD PAN Loteng atau pengurus inti. Setelah itu dilanjutkan konsolidasi semua kader yang namanya tertera di SK DPD PAN Loteng.

“Kita juga akan segera konsolidasi dengan PAC di semua Kecamatan. Termasuk akan membentuk pengurus sampai tingkat desa. Partai ini menjadi rumah besar semua kader dan simpatisan. Konsolidasi akan terus kita lakukan guna membesarkan PAN di Lombok Tengah,” janjinya.

Ditanya target yang hendak dicapai saat menjadi Ketua DPD, Buntaran menyampaikan beberapa hal penting. Salah satunya menjadikan PAN empat besar di Lombok Tengah. Ia menarget semua Dapil di Lombok Tengah terisi. Bahkan, khusus Dapil Pujut-Praya Timur, dirinya optimis bisa memiliki dua anggota DPRD. 

“PAN Loteng memiliki dua wakil asal Loteng di DPRD NTB. Saya akan mundur sebagai ketua kalau tidak ada peningkatan suara PAN di DPRD Loteng. Target akan terwujud kalau semua kader dan simpatisan kerja keras sejak sekarang,”  jelas pria yang pernah tercatat sebagai Caleg DPR RI dari Partai Gerindra ini.

Buntaran berani memasang target tinggi karena ia melihat PAN memiliki program yang yang dibutuhkan dan diinginkan kader dan masyarakat. Selain itu, rekrutmen calon anggota legislatif akan dilakukan selektif.

“PAN memberlakukan fair play di internal. Tidak ada istilah saling salip atau saling ambil suara antar sesama caleg PAN. Kita akan berlakukan sistem saksi partai di semua Dapil,” ucapnya.

Ia menekankan, caleg terpilih memiliki kewajiban memberikan tali asih ke caleg lain yang belum beruntung. Termasuk memiliki kewajiban memberikan berbagai program selama lima tahun menjabat sebagai wakil rakyat. (ade)

Editor: Dani

Laporkan Konten