in

Gibran dinilai terlalu dini tantang Anies di Pilkada DKI walau Pertarungan akan Ketat

Gibran VS Anies

kicknews.today – Wali Kota Surakarta, Jawa Tengah, FX Hadi Rudyatmo menilai munculnya wacana oleh sejumlah kalangan bahwa Gibran Rakabuming Raka akan menantang Anies Baswedan mengikuti Pilkada DKI Jakarta masih terlalu dini.

“Terlalu dini bicara itu. Belum dilantik kok (sebagai Wali Kota Surakarta), ‘ben dilantik sik’ (biar dilantik dulu),” katanya di Solo, Kamis (11/2).

Meski demikian, ia tidak mempermasalahkan adanya wacana tersebut.

“Saya senang saja kalau ada yang menyampaikan seperti itu. Namun saya sebagai kader partai yang mengurus PDIP Kota Solo, kalau provinsi itu hak DPP,” katanya.

Ia juga meminta seluruh pihak menghargai sikap politik seseorang.

“Itu hak seseorang untuk menentukan sikap politiknya, sekarang sikap politiknya (Gibran) menjadi wali kota. Kita tidak bisa menahan hak seseorang untuk menentukan sikap politik selanjutnya,” katanya.

Sementara itu, meski nantinya Gibran benar-benar meninggalkan Kota Solo untuk bertarung di Pilkada DKI Jakarta, ia tidak terlalu mengkhawatirkan karena Gibran memiliki wakil wali kota yang bisa menggantikannya.

Bahkan, dikatakannya, kondisi tersebut pernah terjadi pada dirinya, setelah ditinggalkan Joko Widodo (Jokowi) yang hijrah menjadi orang nomor satu di pemerintahan DKI Jakarta.

Sementara itu pakar Politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio menilai jika Gibran maju menantang Anies di Pilkada DKI Jakarta bakal ketat.

“Akan ketat ya kalau kemudian Gibran ke Jakarta. Bagaimanapun juga, Gibran tidak bisa dipandang sebelah mata dengan kekuatan politik yang dia miliki saat ini,” katanya Kamis (11/2).

Hendri menghitung Anies Baswedan akan selesai masa jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta dua tahun sebelum Pilkada 2024 digelar. Periode dua tahun tanpa posisi akan cukup menantang untuk Anies, sementara Gibran yang baru saja memenangkan Pilkada Solo bisa saja terus mengumpulkan kekuatan dan pengalaman.

“Jadi kalau tahun 2024 sama-sama bertarung di Jakarta dengan catatan Anies tidak maju pilpres ya akan ketat. Anies kan dua tahun digantikan penjabat dan bertarung kembali 2024,” ujar founder KedaiKOPI ini menganalisis. (red.-ant)

Editor: Dani

Laporkan Konten