in

Walikota sebut ASN di Mataram main “kucing -kucingan” di Pilkada

kicknews.today – Sebanyak tujuh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Kota Mataram dinyatakan ikut berpolitik praktis. Hal itu sesuai hasil rekomendasi yang diberikan Bawaslu ke komisi aparatur sipil negara.

Meneruskan rekomendasi dari KASN RI, Walikota Mataram H. Ahyar Abduh mengatakan, ketujuh ASN lingkup Pemkot Mataram telah diberikan sanksi sebagaimana yang diatur dalam undang-Undang.

“Saya ingin luruskan. Kota Mataram tidak termasuk daerah yang belum memberikan sanksi atas rekomendasi KASN. Semua sudah saya tindaklanjuti,” kata Ahyar, Rabu (4/11).

Selama akses data ke KASN jelas Ahyar, ada misleading saat mengakses data. “Kita tidak diblokir kok. Sesuai rekom, kita sudah beri sanksi,” tegas Ahyar.

“Kita sudah proses semua. Begitu ada rekom dari KASN. Kita langsung tindaklanjuti,” terangnya.

Ahyar pun memberi warning kepada semua ASN lingkup Pemkot Mataram untuk tidak berpolitik praktis. “Kita sudah ingatkan jangan ikut terlibat. Kalau sampai terlibat. Saya akan tindaklanjuti. Jangan hanya tandatangan fakta integritas di depan tapi di belakang main kucing -kucingan,” jelasnya.

Terkait desas desus adanya delapan ASN lainnya yang berpolitik praktis selama proses kampanye empat Paslon Walikota Mataram. Pihaknya tak segan-segan memberikan sanksi.

“Saya tunggu rekomendasi dari Bawaslu. Sesuai dengan perintah KASN,” katanya.

Terpisah, Ketua Bawaslu Kota Mataram hasan Basri mengatakan,jumlah ASN yang kedapatan berpolitik praktis saat ini berjumlah 15 orang.

“Dari tujuh yang sudah diproses. Ada penambahan jumlah. Yang jelas ada salah satu ASN berstatus Kepala Bidang di salah satu dinas Pemkot Mataram,” katanya.

Ia pun mengaku, pengawasan salama proses kampanye Pilkada Kota Mataram bakal terus dilakukan. Bukan hanya itu terang Hasan, bagi warga Mataram yang ingin melapor jika menemukan ASN berpolitik praktis. Ia menyarankan untuk segera melapor ke Bawaslu.(Vik)

What do you think?

Member

Written by ahmad viqi

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Lewat OSC, “Before Two” cari bibit penyanyi muda Lombok -Sumbawa

Kampanye IDP-Dahlan di Bima dinodai aksi brutal Pemuda