in

Debat Perdana, Lale Sileng tegaskan keberpihakannya untuk Perempuan

Debat kandidat calon Bupati Lombok Tengah

kicknews.today – Lale Sileng tegaskan gagasan keberpihakannya terhadap perempuan. Sejak awal sebagai pembuka debat perdana, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lombok Tengah yang diselenggarakan di Hotel D’Max Praya, Sabtu (7/11).

Narasi keberpihakan calon Bupati Lombok Tengah nomer urut 1 tersebut, jelas terlihat ketika merespon pertanyaan yang sudah dibuat dan disusun dari para pakar terkait bagaimana strategi menangani angka Stunting yang tinggi di Lombok Tengah. Dengan jelas, lugas, singkat tanpa contekan ia menyampaikan.

“Penguatan Posyandu disini adalah awal penanganan kesehatan masyarakat. Penting memastikan kualitas gizi 1000 hari pertama kelahiran.”

Pada Visi keempat Lale Sileng yaitu Memiliki Sumber Daya Manusia yang Unggul, dengan detail menjabarakan sasarannya yang didominasi spesifik untuk perempuan seperti; revitalisasi posyandu keluarga, pengembangan kebijakan berbasis gender, pemberdayaan unit layanan penanganan masalah KDRT dan Trafficking perempuan dan anak-anak.

“kalau bukan kita sesama perempuan, siapa lagi yang akan memperjuangkan dan memprioritaskan kebutuhan perempuan,” tuturnya kepada kicknews.today.

Calon Bupati perempuan pertama ini, kian menunjukkan konsistensi keberpihakannya pada segmen keempat “Masyarakat Bertanya Paslon Menjawab,” masyarakat menanyakan bagaimana strategi kebijakan Lale Sileng bersama pasangannya H. Sumum untuk mengantisipasi pekerja anak yang terjadi di area KEK Mandalika. Lale sileng mengatakan kita penting memberikan pengarahan, bimbingan dan meningkatkan ekonomi orangtuanya, Bapak dan Ibunya.

Pada segmen “Para paslon saling bertanya,” Lale Sileng ditanya mengenai bagaimana strateginya menghadapi retail modern agar mengakomodir produk UMKM. Sebagai yang berpengalaman di urusan perindustrian dan perdagangan, Lale Sileng menjawab dengan komprehensif.

“Berdasarkan peraturan Menteri Perdagangan, 30% barang yang dijual di retail modern adalah harus dari produk UKM. Apabila sekrang melihat banyak produk belum masuk di retail modern artinya kedepannya Disperindag harus sering melakukan pengawasan, sidak kepada retail modern, untuk memastikan barang UKM harus berada sebanya 30%” jelasnya dengan lancar, menunjukan dirinya sangat memahami bidang tersebut.

Selanjutnya pada segmen terakhir yakni closing statement Lale Sileng menyampaikan “Tuntunan agama dalam memilih pemimpin adalah memilih pemimpin yang kuat dan komit. Saya ditakdirkan menjadi satu-satunya calon perempuan di kabupaten Lombok tengah. Saya menginginkan saya bisa menjadi inspirasi untuk seluruh perempuan Lombok tengah bahwa perempuan bisa.” Harapnya.

Cucu Bupati pertama Lombok Tengah ini menambahkan, apabila dirinya dan pasangannya ditakdirkan menjadi Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah, maka amanah tersebut akan dipegang teguh dan dilaksanakan demi Lombok Tengah yang menah tandur.

Lale Sileng memungkasi closing statemennya dengan membacakan dua pantun, “Bunga mawar bunga melati ditanam didepan pintu, pilih Bupati sesuka hati jangan lupa yang nomer 1,”

“Anak ayam turun Sembilan mati delapan ditinggal satu, hadir di TPS tanggal 9 pilih saja yang nomer 1.” (red)

What do you think?

Chief Everything Officer

Written by Redaksi

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Betulkah yang ada di video syur itu Gisel? Polda metro lakukan pengecekan

Musda IJTI, Ketua Pusat : positif Journalism harus jadi Pedoman