in

Abaikan rekomendasi KPU, 2 Paslon di Bima terancam sanksi

Massa Paslon 1 dan 2 Pilkada Bima saat berkampanye

kicknews.today- Jika sebelumnya KPU Kabupaten Bima memberikan sanksi selama 3 hari terhadap ketiga Paslon karena berkampanye langgar protokol Covid-19, kini Bawaslu Kabupaten Bima kembali melayangkan rekomendasi terhadap dua Paslon.

Kedua Paslon Bupati dan Wakil Bupati Bima tersebut yakni Paslon nomor urut 1, dr Irfan-Herman AE (IMAN) dan Nomor urut 2, Drs H Syafrudin MPd- Adi Mahyudin SE (Syafa’ad). Mereka direkomendasikan karena mengabaikan sanksi KPU dan melanggar protokol Covid-19 saat berkampanye, Minggu (22/11).

“2 Paslon ini abaikan sanksi KPU. Sehingga kami mengeluarkan rekomendasi yang lebih dahsyat lagi pada 2 Paslon tersebut,” tegas Ketua Bawaslu Kabupaten Bima, Abdullah SH, Minggu (22/11).

Kata dia, rekomendasi yang dikeluarkan yakni kedua Paslon tersebut tidak berkampanye dalam bentuk apapun selama 3 hari. Kecuali berkampanye melalui media sosial atau daring. Karena kedua Paslon tersebut abai terhadap sanksi yang dijatuhi oleh KPU sebelumnya.

“2 Paslon tersebut direkomendasikan tidak berkampanye lagi, kecuali kampanye melalui medsos,” terangnya.

Dijelaskannya, sesuai dengan ketentuan Pasal 88D PKPU Nomor 13 Tahun 2020 yang mengatur tentang Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota serentak lanjutan dalam kondisi bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)

Selain itu, sesuai amanat Pasal 88D, bagi Paslon, Parpol atau gabungan Parpol pengusul, penghubung Paslon, tim kampaye, dan/atau pihak lain yang melanggar protocol kesehatan pencegahan dan pengendalian Corona virus Disease 2019 (Covid-19), maka jajaran Bawaslu memberikan peringatan tertulis pada saat terjadinya pelanggaran, dan jika peringatan tertulis tersebut tidak dilaksanakan dalam waktu 1 (satu) jam sejak diterbitkan surat peringatan tertulis tersebut, maka kegiatan kampanye dapat diberhentikan dan dibubarkan oleh jajaran Bawaslu.

“Hal itu telah kami lakukan, dan rupanya kedua Paslon tersebut mengabaikannya. Sehingga kami merekomendasikannya lagi tidak bisa melaksanakan kampanye dalam bentuk apapun selama 3 hari, kecuali kampanye melalui media sosial dan daring. Jadi Paslon nomor 1 dan 2 sudah kami rekomendasikan ke KPU agar dilarang melaksanakan kampanye dengan metode pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka dan dialog, penyebaran bahan kampanye kepada umum, pemasangan alat peraga kampanye, dan kampanye dalam bentuk lain yang tidak melanggar larangan kamapanye dan ketentuan peraturan perundang-undangan metode kampanye,” terangnya.

Tidak hanya itu, tambahnya, terhadap dua Paslon tersebut, pihaknya juga akan merekomendasikan kepada pihak kepolisian untuk memberikan sanksi sesuaI dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. “Hal itu diatur dalam Pasal 88A Ayat (3) PKPU 13 Tahun 2020,” pungkasnya. (rif)

Editor: kicknews.today

Comments

Leave a Reply

Avatar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0