Peternak di Lombok Timur minta pasar hewan dibuka kembali

kicknews.today- Setelah ditutup pada Juli lalu, sejumlah peternak dan pedagang ternak meminta pasar hewan di Lombok Timur dibuka kembali. Mereka mengaku bingung harus menjual ternak kemana lagi, karena pasar ditutup.

“Kami sangat berharap Dinas Peternakan Lombok Timur bisa membuka pasar hewan secepatnya. Terutama di Masbagik,” harap Burhanuddin, seorang peternak asal Desa Pringgasela Timur, Kecamatan Pringgasela saat mendatangi  Dinas Peternakan Lombok Timur, Rabu (3/8).

Menurut Burhanuddin, hampir 3 bulan pasar hewan ditutup karena Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Tetapi, status penutupan pasar hewan ini tidak ada kejelasan kapan dicabut, sehingga masyarakat kebingungan untuk menjual ternaknya.

“Karena pasar ditutup, penghasilan kami turun signifikan,” katanya.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, H. Masyhur mengatakan, penutupan pasar hewan karena khawatir PMK belum hilang. Jangan sampai pasar dibuka, justeru menyebabkan penyebaran PMK semakin memburuk.

 “Hewan ternak di Lombok Timur masih ada yang belum terjangkit. Supaya tidak tertular penyakit PMK, makanya pasar hewan ditutup. ini berdasarkan surat edaran kementerian,” tegasnya.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnakeswan Lombok Timur, Hultatang menyampaikan, saat ini sedang berlangsung kegiatan vaksin hewan. Untuk Kecamatan Pringgasela sudah diturunkan 1200 vaksin gratis.

Oleh karena itu, dia berharap peternak agar tidak menolak kegiatan vaksin demi kesehatan hewan ternak. Bahkan kata dia, vaksinasi hewan ternak ini menjadi pedoman untuk membuka kembali pasar hewan, apabila 80 persen hewan ternak sudah divaksin.

Pasar hewan di Lombok Timur menurutnya, tidak bisa mengesampingkan hewan yang akan diperjualbelikan di pasar hewan. Karena, hewan ternak ini bisa berasal dari kabupaten lain. Sehingga mudah terjangkit ketika pasar dibuka. “Hewan ternak ini bisa dari Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Utara, sehingga penanganan kasus PMK ini juga perlu kita koordinasi dengan pemerintah provinsi NTB,” jelasnya. (cit)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI