Petani Tembakau di Lombok keluhkan sulit dapat buruh tani

kicknews.today- Mencari buruh tani di saat musim tanam tembakau bukanlah pekerjaan yang mudah di Kabupaten Lombok Timur. Pasalnya, sebagian besar warga memiliki lahan tembakau masing-masing.

Seperti di Kecamatan Jerowaru misalnya. Masyarakat petani setempat menyebutkan, 90 persen lahan pertanian ditanami tembakau.

Tanaman tembakau memang cukup menjanjikan bagi petani di Lombok pada umumnya. Selain, waktu tanamnya cepat, harga jualnya juga menjanjikan.

Hanya saja, sebagian besar petani mengeluhkan kelangkaan buruh tani selama musim tembakau. Meski upahnya antara Rp30 sampai Rp50 ribu per orang.

“Kami cukup kewalahan juga cari buruh tani. Kalau kerja sendiri lumayan berat. Apalagi lahannya hitungan hektar,” sebut Kismi, petani tembakau asal Desa Wakan, Kecamatan Jerowaru.

Tanaman tembakau menurut, tidak cukup dikerjakan sendiri. Mulai dari pembibitan sampai panen.

Bahkan untuk mendapat buruh, harus dibooking lebih awal. Jika tidak, tenaga buruh bakal tidak ditemukan.

“Sulit memang dapat buruh kalau tidak dibooking dulu. Karena rata-rata satu petani menanam tembakau mencapai 3 sampai 5 hektar,” katanya.

Buruh tani tembakau bukan hanya laki-laki, tapi ada juga emak-emak. Mereka juga kebanjiran job jika musim tanam tembakau dimulai.

“Hampir setiap hari dapat pekerjaan jadi buruh di lahan tembakau. Alhamdulillah, bisa nambah uang dapur,” ujar buruh tani Desa Wakan, Endang.

Endang mengaku, bisa mendapat banyak duit selama musim tembakau. Tidak heran, emak-emak di Desa Wakan tidak ada yang diam di rumah ataupun menganggur mulai musim tanam tembakau.

“Setiap hari, rata-rata ibu-ibu di sini cari uang jadi buruh tani,” katanya. (fen)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI