kicknews.today – Menjelang Hari Raya Idulfitri, permintaan hamper atau hantaran di Kota Mataram mengalami peningkatan signifikan. Menariknya, tren hamper tahun ini tidak lagi didominasi kue kering, melainkan mulai bergeser ke produk yang lebih segar dan unik, seperti degan jelly.
Salah satu pelaku usaha hamper degan jelly di Mataram, Afila Hardianty mengatakan inovasi tersebut sengaja dihadirkan untuk memberikan alternatif bagi masyarakat yang menginginkan hantaran berbeda dengan harga terjangkau.

“Harganya sangat ekonomis, untuk paket single atau satu kelapa utuh hanya Rp65 ribu. Ini kami buat agar lebih variatif dan berbeda dari hamper pada umumnya,” ujarnya, Rabu (18/03/2026).
Menurut Afila, antusiasme masyarakat terhadap produk ini cukup tinggi, terutama menjelang hari besar keagamaan. Ia mencatat permintaan bisa mencapai hingga 100 buah per hari, jauh meningkat dibandingkan hari biasa.
“Kalau hari biasa tidak terlalu banyak, tapi menjelang hari besar seperti Lebaran dan Nyepi permintaan pasti melonjak,” katanya.
Meski demikian, dia mengakui distribusi produk masih terbatas di wilayah Pulau Lombok. Hal ini disebabkan karakter produk berbahan dasar jelly dan puding yang tidak tahan lama di suhu ruang.
“Kami belum berani kirim ke luar pulau karena faktor ketahanan produk,” jelasnya.
Tingginya permintaan juga berdampak pada ketersediaan bahan baku. Afila mengaku sempat kesulitan mendapatkan kelapa muda akibat meningkatnya konsumsi selama Ramadan.
“Dalam sehari kami butuh lebih dari 100 butir kelapa untuk memenuhi pesanan,” ungkapnya.
Selain degan jelly, pihaknya juga menyediakan hamper puding dengan harga bervariasi, mulai dari Rp55 ribu hingga Rp200 ribu tergantung ukuran dan isi paket.
Geliat serupa juga dirasakan pelaku usaha hamper lainnya di Mataram, Ria Sumanti. Dia menyebut permintaan hamper meningkat seiring momentum Lebaran yang berdekatan dengan perayaan Nyepi.
“Alhamdulillah pesanan cukup banyak. Harga yang kami tawarkan juga terjangkau, mulai dari Rp70 ribuan dengan isi paket praktis seperti sirup, teh, dan makanan ringan,” ujarnya.
Ria menambahkan, konsumen juga diberikan kebebasan untuk menyesuaikan isi hamper sesuai kebutuhan dan selera. (gii/*)


