in

Tragis, pemuda di NTB kirim foto bunuh dirinya ke sang pacar

ilustrasi

kicknews.today – Seorang warga inisial BR nekad mengakhiri hidup dengan gantung diri menggunakan seutas tali nilon, Senin (10/10). Sebelum bunuh diri, korban sempat mengirim foto dalam kondisi leher terikat tali ke teman dekatnya.

Pemuda 26 tahun ini ditemukan gantung diri di kios milik orang tuanya di BTN Larema Kelurahan Simpasai, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, NTB.

“Korban ditemukan tewas tergantung oleh rekan dan keluarga, Senin kemarin pada pukul 15.30 Wita,” jelas Kapolsek Woja Ipda Zainal Arifin, Selasa (11/10).

Zainal Arifin mengatakan, sebelum kejadian, korban sempat menyampaikan ingin gantung diri ke teman dekatnya inisial GI 25 tahun melalui sambungan WhatsApp. Hingga terakhir, korban mengirim gambar dirinya sedang dalam kondisi terlilit tali nilon di leher.

“Setelah mengirimkan foto hendak gantung diri, dia tidak angkat lagi ponselnya saat ditelepon oleh GI,” jelasnya.

GI berulang kali menelpon korban, namun handphone nya tidak diangkat. Khawatir terjadi sesuatu, GI lalu bergegas menyampaikan ke keluarga korban inisial YU dan RI. Pada kedua keluarganya, GI menunjukan foto dan percakapan terakhir korban yang tersimpan di handphone.

“Setelah itu, mereka langsung menuju kios orang tua korban di BTN Lamere Kelurahan Simpasai,” terang Kapolsek.

Begitu tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kondisi kios sudah terkunci. Mereka lalu, berusaha mencari celah agar bisa melirik ke bagian dalam kios. Benar saja, melalui ventilasi, korban ditemukan dalam kondisi gantung diri menggunakan tali nilon.

“Akibat dari jeratan tali nilon yang diikat pada kayu penyangga plafon, bagian leher korban alami luka,” terangnya.

Mengetahui kejadian mengenaskan tersebut, Polsek Woja langsung meluncur ke TKP. Dibantu warga sekitar, jasad pemuda itu lalu dievakuasi ke rumah duka di Kelurahan Simpasai.

“Pihak keluarga sepakat tidak melakukan visum jasad korban. Mereka menganggap kematian almarhum sebagai musibah dan ikhlas menerimanya,” pungkas Kapolsek. (jr)

Editor: Juwair Saddam

Laporkan Konten