in

Sumber gempa Lombok Utara 4,2 SR mirip dengan gempa 7,0 SR tahun 2018

Doc. SD di Lombok Utara rusak akibat akibat gempa tahun 2018

kicknews.today – Episentrum gempabumi bermagnitudo 4,2 skala richter (SR) yang bersumber di sebelah Barat Laut wilayah Kabupaten Lombok Utara memiliki kemiripan dengan gempabumi yang terjadi pada 5 Agustus 2018 silam.

Kepala Stasiun Geofisika Mataram Ardhianto Septiadhi mengatakan, jika melihat episentrum gempabumi yang terjadi Jumat malam (4/6) ini terletak pada 8.35 LS,116.08 BT.

“Sangat mirip dengan episentrum gempabumi tiga tahun silam,” katanya.

Hasil analisa BMKG Mataram kata dia, sumber gempabumi 4,2 dan 7,0 SR berada di zona patahan naik busur belakang (flores back arc thrust) di sebelah utara Pulau Lombok .

“Memang sumber gempabumi sangat mirip dan sangat aktif,” katanya.

Dari hasil analisa BMKG kata Ardhi, melihat episentrum gempabumi yang terjadi pada 4 Juli 2021 malam ini dan pada 5 Agustus 2018 silam memiliki kemiripan yang signifikan.

Episentrum gempabumi 7,0 SR Agustus 2018 silam berada 8.287 LS 116.452 BT. Untuk gempabumi 4,2 SR yang terjadi tepat pukul 21:09 WITA malam ini berada pada 8.35 LS,116.08 BT.

Gempabumi 7,0 SR tiga tahun silam berada pada kedalaman yang cukup dangkal pada 30 km dan berjarak sekitar 10 mil dari Barat Laut Lombok Utara NTB.

Jika melihat episentrum gempabumi 4,2 SR malam ini ujar Ardhi memiliki juga memiliki kemiripan dengan episentrum gempa 7,0 tiga tahun silam.

Untuk gempa 4,2 SR berada di kedalaman 19 km dan gempa bermagnitudo 7,0 SR tiga tahun silam berada di kedalaman 32 km.

“Memang sumber gempa ini sama. Gempa malam ini juga termasuk gempa dangkal,” katanya.

Diketahui, gempabumi yang mengguncang Lombok Utara dengan magnitudo 4,2 SR terasa di enam wilayah. Baik di Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Mataram dan Karangasem dengan skala III MMI di Mataram, Lombok Utara dan Karangasem skala II MMI.

Ardhi pun menjelaskan, hingga pukul 21:16 WITA, hasil monitoring BMKG Mataram aktivitas zona patahan naik busur belakang (flores back arc thrust) belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan.

“Kepada masyarakat intinya dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya,” pungkasnya.(vik)

Editor: Dani

Laporkan Konten