in

Puluhan pengungsi korban bentrok antar kampung di Lombok Barat jalani pemeriksaan kesehatan

Puluhan pengungsi korban bentrok di Desa Mareje Lombok Barat jalani pemeriksaan kesehatan di Polres Lombok Barat, Kamis (5/5)
doc. Puluhan pengungsi korban bentrok di Desa Mareje Lombok Barat jalani pemeriksaan kesehatan di Polres Lombok Barat, Kamis (5/5)

kicknews.today- Pasca bentrok di Desa Mareje Lembar Kabupaten Lombok Barat, puluhan warga kini masih mengungsi di Polres setempat. Kamis (5/5) pengungsi yang didominasi Lanjut Usia (Lansia) dan anak-anak mendapat pelayanan kesehatan dari tim kesehatan Polda NTB, Puskesmas Jembatan Kembar.

Bertempat di Polres Lombok Barat, tim kesehatan juga memberikan pendampingan psikologi terhadap anak-anak.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto S.I.K mengatakan, pelayanan kesehatan diberikan terutama kepada para lansia dan anak-anak. Banyak diantara mereka yang mengalami keluhan kesehatan.

“Jumlahnya 52 orang. Pemeriksaan kesehatan seperti tensi dan pembagian obat,” jelas Artanto.

Pemeriksaan kesehatan ini untuk memastikan kondisi warga pengungsi, tetap sehat. Termasuk terkait psikologi mereka, pasca bentrok.

Sementara itu Kepala Puskesmas Jembatan Kembar Lembar Iwan Kusmayadi menjelaskan, dari hasil pemeriksaan hanya mengeluhkan nyeri sendi dan sakit kepala.

“Tadi sudah kita laksanakan pemeriksaan terhadap 52 pengungsi. Sebagian besar hanya mengeluhkan pegal-pegal, nyeri sendi dan sakit kepala,” katanya.

Menurut Iwan, Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat telah membuat jadwal untuk memberikan pelayanan kesehatan di Polres Lombok Barat. Sehingga para pengungsi mendapat pelayanan kesehatan 1 kali 24 jam dengan melibatkan beberapa Puskesmas di Kabupaten Lombok Barat.

“Rencananya dari Dinas Kesehatan Lombok Barat akan menjadwalkannya,” pungkasnya.

Sebelumnya, bentrok antar kampung terjadi di Desa Mareje, Selasa malam (3/5). Akibatnya, 6 rumah dibakar dan puluhan warga mengungsi. Setelah dimediasi, akhirnya dua kelompok warga tersebut sepakat berdamai dan kembali hidup rukun. Proses islah tersebut ditandai dengan tanda tangan bersama yang disaksikan pemerintah daerah, Kapolres Lombok Barat, anggota dewan, kepala desa, tokoh agama dan sejumlah unsur terkait. (jr)

Editor: Juwair Saddam

Laporkan Konten