in

Video : Pemakaman Jenazah Warga di Bima dihadang keluarga yang belum terima Warisan

kicknews.today – Lantaran persoalan harta warisan belum terselesaikan, pemakaman jenazah, Alm H Yusuf Bawang (75) Tahun Warga Desa Sanolo, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima ditolak, Senin (12/10). Penolakan tersebut dilakukan oleh anak dari saudara kandungnya Almarhum yakni Ruslan dan Syamsudin yang merupakan warga desa setempat.

Kapolsek Bolo, IPTU Juanda membenarkan ada peristiwa penolakan pemakaman jenazah warga Desa Sanolo oleh anak dari saudara kandung Alm tersebut. Karena belum terselesaikannya persoalan harta warisan berupa empang.

“Benar adanya kejadian tersebut. Bahkan pemakaman itu baru bisa dilakukan dengan upaya paksa,” ujarnya.

Kata dia, kedua orang yang menolak tersebut mengklaim bahwa Alm H Yusuf Bawang ini telah mengambil empang milik orang tua kandungnya. Kedua orang tua mereka tersebut sudah beberapa tahun lalu meninggal dunia.

“Kedua orang tersebut mengklaim empang itu milik orang tua mereka yang merupakan saudara kandung dengan Alm H Yusuf Bawang,” terangnya.

Kata dia, menindaklanjuti informasi dari BKTM Sanolo bahwa prosesi pemakaman Alm H Yusuf Bawang mendapat penolakan dari Anak saudara almarhum. Karena mereka menginginkan agar sebelum dimakamkan diselesaikan dulu permasalahan sengketa tambak empang yang menjadi obyek. Sehingga Alm belum bisa dimandikan.

“Mendapat informasi tersebut saya bersama anggota langsung turun di lokasi,” tuturnya.

Saat dilokasi, Kapolsek Bolo memberikan pemahaman kepada kedua orang tersebut, saat ini suasana berduka dan menydari yang diutamakan adalah pemakaman ini bisa terlaksana. Karena Alm ini meninggal sejak Minggu (11/10) kemarin.

“Mari kita mandikan jenazah ini. Terkait persoalan tersebut kita selesaikan setelah pemakaman dan kita siap fasilitasi,” tegasnya.

Meski diberikan pemahaman, kedua orang tersebut tetap memaksa tidak boleh dimandikan sebelum persoalan tambak empang diselesaikan.

Kemudian, sekitar pukul 11.30 wita upaya negosiasi tidak mendapatkan respon baik. Sehingga Kapolsek Bolo mengambil sikap upaya paksa. Agar Jenazah bisa dimandikan dan segera dimakam karena sudah lama disimpan.

“Saat jenazah diantar menuju pemakaman, kedua orang tersebut menghadang dan menarik keranda jenazah. Namun aksi mereka dapat dihalau. Sehingga proses pemakamanpun bisa dilakukan dan berjalan aman,” pungkasnya. (rif)

Berikut videonya :

What do you think?

Member

Written by syarif bima

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Oknum anggota Polisi dipecat di Lombok Tengah

Sepekan ke depan angin kencang melanda NTB, BMKG imbau waspadai Pesisir