in

Mayat ditemukan mengapung di Pelabuhan Sape diduga Pegawai ASDP

Mayat seorang pria tanpa identitas ditemukan mengapung di perairan Sape dekat Dermaga Sape, Desa Bugis, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Minggu (21/3) sekitar pukul 12.30 Wita

kicknews.today – Sesosok mayat pria yang ditemukan mengapung di perairan sekitar Pelabuhan Sape Kabupaten Bima diduga kuat berinisial YS, pegawai Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (ASDP) setempat. Identitas itu diketahui dari dua buah ATM yang ditemukan di tas milik korban.

“Korban diduga kuat pegawai ASDP Sape. Namun, polisi belum mempublikasikan identitas pria tersebut untuk kepentingan penyelidikan,” ujar Kapolsek Sape AKP Quraisin.

Kata Quraisin, dari hasil penyelidikan ditemukan dua ATM di tas milik korban. Pihak bank sudah menyebutkan, dua ATM tersebut adalah milik YS, bekerja di ASDP.

“Kita sudah tanya langsung sama pihak ASDP perihal nama pemilik ATM tersebut. Mereka membenarkan, pemilik ATM tersebut adalah YS, pegawai ASDP,” ungkapnya.

Informasi dihimpun, YS merupakan pria asal Jawa. Istrinya asal NTT, menetap di Dusun Langgar Selatan Desa Bugis, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima.

“Kita sudah berbicara dengan wanita dari NTT yang mengaku sebagai istrinya. Hari ini dia akan datang ke Sape untuk memastikan apakah benar YS adalah suaminya,” jelas Quraisin, Senin (22/3).

Dua buah ATM ini kata dia, satu-satunya bukti untuk mengungkap identitas korban. Sebab, kondisi jasad korban yang sudah hancur sulit diidentifikasi.

“Di tas korban hanya ditemukan dua ATM. Kartu identitas lain seperti KTP, tidak ada,” jelasnya.

Saat ditemukan, kondisi mayat ini cukup mengenaskan. Tanpa kaki dan tangan. Sedangkan, wajah hancur sehingga sulit dikenali.

“Kondisinya tubuhnya sudah tidak utuh dan kaku serta mengeluarkan bau busuk menyengat. Korban diduga meninggal sudah lama,” jelasnya.

Mayat tersebut ditemukan mengapung dengan posisi terlentang di perairan sekitar pelabuhan Sape sekitar pukul 13.00 Wita. Dengan mengenakan celana hitam dan ransel hitam yang masih melekat di punggungnya. (rif)

Editor: Redaksi

Laporkan Konten