in

Kerugian Material Banjir di Lombok Tengah belum dihitung

Plt Kepala BPBD Lombok Tengah

kicknews.today – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Tengah belum menghitung jumlah kerugian akibat Banjir yang terjadi Sabtu (30/1). Pasalnya, pihaknya masih fokus melakukan pendistribusian bantuan kebutuhan sehari-hari bagi warga yang terdampak banjir.

Plt. Kepala BPBD Lombok Tengah, H Ridwan Makruf mengatakan, kerugian material dampak banjir tersebut belum dihitung, karena Desa belum menyampaikan laporan jumlah rumah warga yang rusak berat, sedang dan ringan.

“Kita fokus untuk penanganan bantuan pokok kepada warga yang terdampak,” ujarnya kepada wartawan, Senin (1/2).

Dari hasil pantauan secara kasat mata terhadap enam Desa di tiga Kecamatan yang terdampak banjir seperti Desa Kuta, Desa Mertak, Tumpak, Sukadana Kecamatan Pujut, Desa Banyu Urip Kecamatan Praya Barat dan Desa Kabul Kecamatan Praya Barat Daya tidak ada rumah yang roboh atau rusak berat.

“Kecuali satu rumah di Dusun Ujung Desa Kuta yang tertimpa pohon tumbang. Dan ada ruas jalan yang rusak, namun itu telah ditangani dinas terkait,” katanya.

Sementara itu untuk jumlah Kepala Keluarga (KK) yang terdampak banjir akun hujan lebat dan adanya saluran drainase yang tertutup tersebut sekitar 187 KK di Desa Kuta. Dari enak Desa tersebut yang paling terdampak itu di Desa Kuta, karena hampir semua dusun terendam banjir.

“Kuta yang parah, namun warga saat ini telah kembali ke rumahnya untuk membersihkan lumpur bekas banjir tersebut. Tidak ada yang sampai mengungsi, sehingga kita tidak buatkan dapur umum,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, berdasarkan informasi dari BMKG dalam beberapa hari ke depan akan terjadi hujan lebat dan angin kencang melanda wilayah NTB termasuk Lombok Tengah.

“Kita himbauan warga tetap waspada saat hujan,” katanya.

Disinggung terkait penyebab banjir karena adanya galian C di Wilayah Desa Kuta? Ia mengatakan, banjir tersebut terjadi karena hujan lebat yang cukup lama dan adanya saluran air yang tersumbat. Selain itu juga, tidak adanya saluran irigasi dibeberapa Homestay di Desa setempat. Sehingga air hujan tersebut, tidak mengalir ke aliran sungai yang menuju laut.

“Drainase menuju laut cukup besar,” pungkasnya. (Ade)

Editor: Dani

Laporkan Konten