in

Gunung Rinjani level II (Waspada)

Gunung Rinjani

kicknews.today – Gunung Semeru dengan tiba-tiba meluncurkan awan panas guguran pada Sabtu (4/12).

Peningkatan aktivitas gunung tertinggi di Pulau Jawa itu membuat beberapa desa di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur diliputi awan panas guguran dan hujan abu vulkanik.

Sebelumnya di sebelah timur Nusa Tenggara Barat Gunung Ili Lewotolok di Lembata Nusa Tenggara Timur juga sempat meletus pada tahun ini.

Sedangkan kondisi Gunung Rinjani saat ini dilaporkan dalam posisi siaga level II atau waspada.

Menurut laporan per 24 jam, tanggal 5-12-2021 pukul 00:00-24:00 WITA yang dikutip dari keterangan resmi magma Indonesia, terjadi 1 kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 45 mm, dan lama gempa 315 detik dan 1 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 10 mm, S-P 5 detik dan lama gempa 65 detik.

“Tingkat Aktivitas Gunungapi Rinjani Level II (Waspada)” demikian disampaikan dalam laporan yang dibuat Nizwaril Hamdi, A.Md, Senin (6/12).

Rekomendasi untuk situasi tersebut agar masyarakat di sekitar Gunung Rinjani dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas/berkemah di dalam area tubuh Gunung Barujari termasuk di area lava baru dan seluruh area di dalam radius 1,5 km dari kawah Gunung Barujari.

Pendakian diperbolehkan kecuali di seluruh bagian tubuh Gunung Barujari (lihat poin 1), karena material lava letusan masih bertemperatur tinggi dan tidak stabil sehingga rawan untuk terjadi rockfall/longsoran batu.

“Meskipun tidak dapat dipastikan, namun potensi letusan Gunung Rinjani masih ada. Oleh karena itu pendaki/pengunjung/wisatawan yang beraktivitas di luar radius 1,5 km dari Gunung Barujari maupun masyarakat di sekitar Gunung Rinjani diharapkan untuk selalu menyiapkan masker, penutup hidung dan mulut serta pelindung mata agar terhindar dari infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan iritasi mata jika terjadi letusan abu,” demikian laporan yang disampaikan.

Masyarakat di sekitar Gunung Rinjani diharap untuk tetap tenang namun tetap menjaga kewaspadaan, tidak terpancing isu-isu tentang erupsi Gunung Rinjani yang tidak jelas sumbernya. (red.)

Editor: Awen

Laporkan Konten