in

Dua kali Amblas, Polda NTB diminta Usut Proyek Penataan Wisata Senggigi

Tiga titik proyek penataan Rest Area, baik di kawasan Caffe Alberto, Dusun Loco Desa Senggigi, dan kawasan depan Hotel Pasific Senggigi ambruk dan longsor

kicknews.today – Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (L-KPK) NTB meminta kepada Polda NTB mengusut tuntas di balik amblasnya tiga titik kawasan wisata Senggigi di Kabupaten Lombok Barat.

Tiga titik proyek itu berupa penataan Rest Area, baik di kawasan Caffe Alberto, Dusun Loco Desa Senggigi, dan kawasan depan Hotel Pasific Senggigi. Di tiga spot itu ambruk dan longsor padahal baru dikerjakan.

Wakil Direktur L-KPK NTB Sahril, SH meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengambil alih penyidikan kasus ambruknya penataan kawasan Wisata Senggigi.

Selain itu, L-KPK meminta agar KPK menggandeng penyidik Polda NTB untuk mengusut tuntas persoalan ambruknya dua titik proyek kawasan Wisata Senggigi yang menelan anggaran Rp 6 miliar itu.

Proyek ini disebutnya dikerjakan oleh oleh PT. SJU dengan alokasi anggaran Rp2,6 Miliar, CV. APA Rp1,8 M dan dan CV. WDM dengan anggaran sebesar Rp1,63 Miliar.

Ambruknya penataan Wisata Senggigi di depan Hotel Pasific Senggigi, Senin (22/2) lalu merupakan hasil pekerjaan CV. WDM.

Dengan begitu kata Sahrir, besarnya anggaran di tiga proyek tersebut harus menjadi atensi Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menindaklanjuti.

“Ini merugikan kami selaku masyarakat dan terindikasi ada kerugian negaranya,” jelasnya.

Sahril menduga bahwa di tiga proyek tersebut Analisis Mengenai Dampak Lingkungannya (Amdal) tidak terpenuhi. Karena dalam proses pembangunan tidak mempertimbangkan dampak-dampak kebencanaan.

“Terlebih di kawasan tersebut sangat rawan longsor. Apakah sudah memenuhi syarat-syarat analisa medan (topografi & bathimetri), suspensi, analisa stabilitas struktur bangunan tebing pantai/revetment, analisa bahan material bangunan dan case force majeure,” katanya.

Perlu diketahui, bahwa pada musim hujan ini banyak proyek-proyek yang dikerjakan pada tahun 2020 yang dibangun, baik oleh Pemda Lombok Barat dan Pemprov NTB ambruk.

“Proyek ini saya kira tidak ada punya nasib yang sama. Kondisinya bangunan ini ambruk dan longsor berjilid-jilid,” tandas Sahril.(Vik)

Editor: Dani

Adukan konten

Comments

Leave a Reply

Avatar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0