in

Diduga Tukin dipotong, Nakes di sejumlah Puskesmas Kota Bima mogok kerja

Sejumlah spanduk mogok kerja Nakes yang terpasang di sejumlah Puskesmas di Kota Bima. Dan sudah diturunkan atau dicopot oleh Sekda Kota Bima bersama anggota Pol PP.

kicknews.today – Diduga Tunjangan kinerja (Tukin) dipotong, sejumlah Tenaga kesehatan (Nakes) yang bertugas hampir di seluruh Puskesmas di Kota Bima mogok kerja. Mogijdi masing-masing puskesmas di wilayah setempat dipasangin spanduk yang bertulis, pelayanan puskesmas sementara ditutup, Nakes mogok, Rabu (3/2).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi Mogok kerja para Nakes ini gara-gara Tukin dipotong.

Menanggapi hal itu, Kepala Puskesmas Mpunda, Nurahdiah mengaku tidak tahu masalah tersebut hingga terpasangnya spanduk pelayanan puskesmas ditutup dan para Nakes mogok kerja.

“Saya tidak tahu spanduk yang terpasang tersebut. Bahkan saya tidak memerintahkannya,” ujar Nurahdiah.

Kata dia, kemungkinan adanya aksi tersebut terkait persoalan Tukin. Sebab berdasarkan informasi yang dia peroleh, beberapa hari lalu jajaran Dinas Kesehatan, Puskesmas membahas persoalan Tukin bersama Sekda Kota Bima. Pada pembahasan itu, Tukin untuk Puskemas hanya sebesar 30 persen. Sedangkan instansi lain lebih dari persentase tersebut.

“Kemungkinan karena Tukin sebesar 30 persen tersebut aksi pemasangan spanduk mogok kerja Nakes ini,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima, H Azhari membenarkan adanya aksi pemasangan spanduk mogok kerja para Nakes tersebut. Dikarenakan dipotongnya Tunjangan Kerja (Tukin).

“Saya sesalkan adanya aksi mogok kerja Nakes ini. Meskinya para Nakes berikut Kepala Puskesmas lebih bijak dan bisa bersabar menunggu solusi atas masalah Tukin itu. Bukan malah mogok kerja, apalagi ditengah pandemi Covid-19 ini” ujarnya.

Dijelaskannya, Tukin itu terkait SIPD yang diatur dalam regulasi baru yang sedang disosialisasikan. Menurut dia, wajar ada kendala.

“Ini kurang jelinya Tim TAPD melihat regulasi baru khususnya Nakes,” terangnya.

Selain itu, dia juga mengaku para Nakes di setiap Puskesmas cukup terbantu dengan anggaran lainnya. Seperti JKN, BOK, Kapitasi dan Instensif Covid-19.

“Semua anggaran itu cukup membantu para Nakes di Puskesmas,” tuturnya.

Terkait sejumlah spanduk yang terpasang tersebut berdasarkan informasi terakhir bahwa sudah dicopot langsung oleh Sekda Kota Bima bersama anggota Pol PP. (rif)

Editor: Dani

Laporkan Konten