in

Banjir di Sekotong Lombok Barat surut, warga kesulitan Air Bersih

Direktorat Samapta Polda NTB bersinergi dengan PBNU Lombok Barat, melakukan kegiatan penyaluran Air Bersih menuju Desa Buwun Mas Sekotong, Sabtu (13/2/2021).

kicknews.today – Usai dilanda banjir awal Bulan Februari 2021 lalu, warga di Desa Buwun Mas Sekotong kesulitan air bersih.

Kondisi tersebut, Direktorat Samapta Polda NTB bersinergi dengan PBNU Lombok Barat, melakukan kegiatan penyaluran Air Bersih menuju Desa Buwun Mas Sekotong, Sabtu (13/2/2021).

Kapolsek Sekotong Iptu I Kadek Sumerta, mengatakan penyaluran air bersih ini dilaksanakan di Dusun Bengkang Desa Buwun Mas Kecamatan Sekotong untuk membantu warga yang kesulitan air bersih pasca banjir dua pekan lalu.

“Bantuan air bersih ini disalurkan kepada warga terdampak bencana alam banjir,” kata Kadek, Minggu (15/2/2021).

Penyaluran air bersih sebanyak dua tangki, menggunakan dua kendaraan Water Canon dari Direktorat Sabhara Polda NTB.

Kadek menjelaskan, hingga saat ini di beberapa titik di Kecamatan Sekotong, terutama warga yang terdampak banjir lalu kesulitan untuk mendapat pasokan air bersih.

“Jadi, memang kalau dilihat dari letak geografis, Warga Desa Buwun Mas Sekotong terletak di pebukitan, diperparah lagi bajir yang melanda berturut-turut,” katanya.

Menurutnya kegiatan yang dilaksanakan oleh jajaran Dit Samapta Polda NTB, bersinergi dengan Organisasi Islam terbesar di Indonesia untuk membantu warga terdampak banjir.

“Ini bentuk kepedulian, kita juga juga harapkan memberikan dukungan moral, bahwa Kepolisian dan PBNU ada bersama masyarakat,” pungkasnya.

Selain menyalurkan air bersih, pada kesempatan itu juga disalurkan bantuan berupa baju muslim, tikar, air kemasan dan susu formula untuk anak-anak.

Kepala Desa Buwun Mas Rohidi mengapresiasi sinergitas yang terjalin sangat baik antara pihak Kepolisian dan PBNU.

“Ini sangat membantu warga kami yang sedang dalam kesulitan air bersih,” katanya.

Menurutnya, bantuan air bersih ini sangat bermanfaat bagi warganya yang sedang mengalami dampak bencana banjir.(Vik)

Editor: Redaksi

Laporkan Konten