in

3 rumah warga rusak akibat angin puting beliung di Bintaro Ampenan

Ilustrasi puting beliung

kicknews.today – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, melakukan pendataan terhadap kerugian warga akibat bencana angin puting beliung di Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan.

“Pendataan tersebut dimaksudkan sebagai acuan usulan pemberian bantuan perbaikan rumah korban angin puting beliung,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Mahfuddin Noor di Mataram, Senin (1/11).

Pernyataan itu disampaikan Mahfuddin menyikapi bencana angin puting beliung yang menimpa tiga rumah warga di Kelurahan Bintaro pada Sabtu (30/10).

Dari asesmen sementara, katanya, total kerugian warga sekitar Rp20-30 juta karena tiga rumah warga yang terdampak puting beliung rata-rata merusak bagian atap.

Warga yang rumahnya terdampak angin puting beliung saat ini tinggal sementara di rumah keluarga terdekat. Untuk bantuan logistik kebutuhan pokok sudah diberikan oleh Dinas Sosial Kota Mataram. Seperti, terpal, beras, mie, susu, minyak goreng, air mineral dan lainnya.

Sementara untuk bantuan perbaikan atap rumahnya, BPBD saat ini sedang melakukan pendataan dan koordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim).

“Kerusakan rumah warga akibat puting beliung ini masuk kategori rusak ringan, sebab rata-rata yang rusak hanya atapnya,” katanya.

Lebih jauh Mahfuddin mengimbau warga agar waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dipredikasi terjadi hingga 10 hari ke depan dan lazimnya terjadi di atas pukul 13.00 Wita.

“Pada masa peralihan musim dari kemarau ke hujan, dampak cuaca ekstrem sering muncul seperti banjir, pohon tumbang, longsor, angin kencang, dan puting beliung,” katanya. (ant)

Editor: Dani

Laporkan Konten