in

Lombok Timur terapkan simulasi belajar tatap muka di Sekolah, banyak siswa masih berkerumun

Kepala KCD Dikbud Lombok Timur, H Mashun

kicknews.today – Simulasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayah Lombok Timur (Lotim) sudah digelar. Namun catatannya masih banyak siswa yang berkerumun usai pulang sekolah.

Kepala Cabang Dinas (KCD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim, H Mashun mengatakan, simulasi untuk tahap I dan tahap II sudah digelar sejak beberapa waktu lalu.

Evaluasi untuk simulasi tahap II terpantau berjalan lancar dan sekolah tetap menerapkan protokol kesehatan. Untuk siswa yang datang ke sekolah masih dapat diatur oleh pihak sekolah.

Namun sayang pada saat pergantian shift antara siswa yang pulang dan datang untuk simulasi masih bertemu dan sebelum pulang siswa masih berkumpul di warung-warung dekat sekolahnya.

“Kita masih temukan adanya siswa yang berkerumun,” sesal Mahsun saat ditemui, Selasa (6/10).

Nantinya juga akan kembali digelar simulasi KBM tatap muka tahap III. Sejauh ini tidak ada dampak negatif akibat simulasi tahap I dan II.

Sementara pada simulasi tahap III akan melibatkan petugas di sekolah, unsur masyarakat dan unsur tenaga pendidikan supaya memantau kegiatan simulasi ini.

Bukan hanya itu, orang tua yang menjemput anaknya juga diminta untuk datang tepat waktu supaya tidak ada kesempatan para siswa untuk berkerumun dan pemulangan siswa juga akan bertahap.

“Kita akan coba ditahap III,” katanya.

Untuk menggelar simulasi, sekolah-sekolah ini melewati pemantauan dari Satgas Covid-19. Jika sekolah ini berada di zona merah sudah tentu tidak dapat menggelar simulasi. Lain halnya jika masih berada di zona oranye, kuning, dan hijau dapat menggelar simulasi.

“Ada tahapannya untuk menggelar simulasi,” tambahnya.

Untuk diketahui jumlah sekolah yang menggelar simulasi beberapa waktu lalu sebanyak 15 sekolah. Sementara jika lebih dari satu jumlah sekolah di satu kecamatan. Maka akan mengambil satu sekolah saja. (Oni)

What do you think?

Member

Written by toni hermawan

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Banyak lampu jalan di Mataram mati total akibat pemberlakukan jam malam

Kebakaran di Bima, rumah Puasa hangus terbakar