in

Seorang Guru SMA di Lombok Timur positif Covid-19

Kepala Sekolah SMAN 1 Selong saat didatangi dari tenaga kesehatan

kicknews.today – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Selong kembali lakukan Belajar Dari Rumah (BDR). Pemberlakuan BDR ini buntut salah satu salah satu guru terkonfirmasi covid-19.

Kepala Sekolah SMAN 1 Selong, Dr. Sri Wahyuni membenarkan salah satu tenaga pengajarnya terkonfirmasi positif covid-19. Atas kejadian ini pihaknya menutup sekolah untuk sementara dan melalukan BDR serta menyemprot semua area sekolah guna mencegah penularan covid-19.

“Salah satu guru kami terinfeksi covid-19, kami dapat informasi dari putri beliau ,” aku Sri saat ditemui, Selasa (19/1).

Sri melanjutkan, atas kondisi ini pihaknya melakukan koordinasi Dengan Dikbud NTB dan satgas covid-19 kabupaten. Hasilnya BDR dilakukan selama tiga hari sampai dengan hari Rabu 20 Januari.

“Kami dapat informasi pada hari sabtu 16 Januari kemarin, kita langsung pulangkan anak dan langsung kita melakukan penyemprotan,” sambungnya.

Pihak sekolah langsung bergerak melakukan penelusuran kepada warga sekolah terkait siapa saja yang pernah kontak langsung, alhasil ditemukan ada tiga guru. Selanjutnya dilakukan Rapid test dan hasilnya negatif.

“Tiga orang rapid test dan hasilnya negatif,” ujarnya .

Setelah itu, pihak sekolah terus melakukan tracing contact terhadap kontak erat dengan warga. Namun sembari menunggu hasil dari tenaga kesehatan, pihak sekolah melakukan BDR selama tiga hari.

“Kalau angka covid-19 mengkhawatirkan BDR akan dilanjutkan,” ujranya.

Sementara itu Kepala Seksi SIKB pada Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Timur, Sinawan mengatakan saat menerima informasi adanya masyarakat atau institusi terkonfirmasi positif covid-19. Maka terlebih dahulu pihaknya melakukan penyuntikan epidemiologi. Hal ini tujuannya darimana mendapatkan dan ke siapa saja orang yang beresiko tertular.

“Itu guna penyuntikan epidemiologi,” katanya.

Selanjutnya kontak tracking guna indentifikasi orang yang kontak erat dari kasus terkonfirmasi positif. Selanjutnya jika ditemukan kontak erat dan dilakukan karantina. Jika ditemukan dari kontak erat ada bergejala maka dilakukan swab, nantinya dari hasil pemeriksaan ditemukan ada yang positif. Maka hal ini menjadi analisa dari dinas terkait.

“Itu kita jadikan analisa apa institusi ditutup atau tidak,” tandasnya. (Oni)

Editor: Deo

Laporkan Konten