in

Lagi, 2 SMA di Lombok Timur ditutup

Petugas puskesmas saat mendatangi SMAN 3 Selong

kicknews.today – Sebanyak tiga sekolah Menengah Atas (SMA) di Lombok Timur kembali ditutup. Sebelumnya SMAN 1 Selong ditutup akibat salah satu tenaga pendidiknya terkonfirmasi positif Covid-19, menyusul SMKN 1 Sakra dan baru-baru ini SMAN 3 Selong.

Kepala cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur, Provinsi NTB, Mahsun membenarkan telah menutup tiga SMA/sederajat.

Ini buntut adanya guru yang terkonfirmasi positif covid-19. Langkah cepat, sesuai dengan aturan dan mekanisme dari Gugus tugas Covid-19, maka sekolah yang bersangkutan ditutup untuk sementara.

“Kita lakukan lockdown di tiga sekolah itu,” terang Mahsun saat ditemui kicknews.today, Rabu (27/1).

Penutupan ini, sebagai upaya untuk mencegah penularan virus covid-19 dilingkungan sekolah. Penutup pun dilaksanakan selama 14 hari ke depan.

Kendati demikian, untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tetap dilaksanakan. Hal ini supaya siswa tidak ketinggalan materi pembelajaran. Solusinya para siswa diarahkan Belajar Dari Rumah (BDR).

“Pembelajaran tidak terputus tetap berjalan, walaupun dengan sistem BDR,” akunya.

Untuk diketahui, SMAN 1 Selong dan SMKN 1 Sakra sudah ditutup sekitar satu minggu yang lalu. Sementara untuk SMAN 3 Selong baru ditutup sekitar lima hari yang lalu.

Sementara itu, Kabid P3KL Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Timur, Budiman Satriadi menekan kepada Dikbud untuk semakin memperketat Protokol Kesehatan (Prokes) dilingkungan sekolah.

“Supaya mengurangi penularan dilingkungan sekolah ,” harapnya.

Sejauh ini, kata Budiman tidak ditemukan adanya cluster sekolah. Sebab beberapa kasus sebelumnya, salah satu contohnya tenaga pendidik disalah satu sekolah yang adanya kasus terkonfirmasi kasus covid-19 tidak tertular dilingkungan sekolah. Melainkan dari luar lingkungan sekolah.

“Belum ada cluster sekolah,” tandasnya. (Oni)

Advertisements

Avatar

Written by toni hermawan

Comments

Leave a Reply

Avatar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

What do you think?

Dewan tak puas dengan Proyek Puskesmas di Lombok Tengah

Dokter di Lombok Tengah akan diminta Bayar Zakat