in

Prihatin Jakarta sering kebanjiran, Siswa MAN 1 Lombok Timur ciptakan aplikasi banjir

kicknesws.today– Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lombok Timur (Lotim) mencipatakan alat pendeteksi banjir untuk atasi masalah ibu Kota Negara Indonesia DKI Jakarta yang sering mengalami musibah banjir.

Salah satu pembuat alat pendeteksi banjir dan, Muhammad Zainur Irsani mengatakan, pembuatan alat pendeteksi banjir ini dihajatkan untuk menjawab persolan di ibu Kota dan wilayah lainnya yang mengalami persoalan banjir. Untuk itu diciptakan alat pendeteksi banjir.

“Alat ini menjawab persoalan banjir yang sering menerjang ibu kota, kita” kata Irsani menjawab pertanyaan wartawan, Sabtu (3/10).

Siswa kelas XII itu melanjutkan, cara kerja alat ini dapat memberikan informasi secara dini kepada masyarakat sekitar acaman banjir yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat. Untuk antisipasi, alat ini dipasang pada pintu tanggul-tanggul. Jika melebihi debit air makanya dapat memberikan tanda bahaya kepada masyarakat untuk melalui sirine yang berbunyi.

“Alat ini dilengkapi dengan sirine sebagai tanda bahaya supaya masyarakat segera menyelamatkan diri,” katanya.

Kecanggihan lainnya, alat pendeteksi banjir yang dipasang pada tanggul-tanggul sungai ini dapat tersambung dengan ponsel pintar masyarakat. Jika debit air melebihi kapasitas normal dengan sendirinya ada pesan notifikasi ke ponsel masyarakat.

“Aplikasi kami ini masih dalam tahap penyempurnaan,” akunya.

Alat pendeteksi banjir ini, kata Irsani telah memasuk final di Institut Teknologi Surabaya (ITS) dan akan berlaga awal bulan November ini.

“Alhamdulillah kami masuk final, sembari kami menyempurnakan alat-alat Pendeteksi banjir ini,” tambanhnya.

Pembina ekstra kurikuler ICT MAN 1 Lotim, Habib mengapresiasi minat dan bakat siswanya. Sebab ditengah wabah covid-19 dan mengharuskan siswa untuk belajar daring. Siswa yang mengikuti kompetisi ini berlatih dengan giat untuk membuat robot.

“Kami dari pembina hanya memberikan motivasi saja untuk berkarya,” katanya.

Untuk mengerjakan robot ini dibutuhkan waktu yang cukup singkat hanya dua minggu. Kendala untuk mendatang komponen-komponen dalam membuat robot. Mengingat komponen ini didatangkan dari luar negeri.

“Pengerjaan tergantung komponen yang datang, kalau cepat ya cepat dikerjakan, kendalanya hanya itu,” keluhnya.

Habib mengakui, kompetisi serupa masih banyak menanti. Untuk itu siswanya juga dipersiapkan untuk berlaga pada kompetisi ini.

“Kalau lomba semacam ini banyak, kadang kami dari sekolah prihatin sisi lain siswa belajar dan siswa juga harus mempersiapkan lomba. Tapi kami dari sekolah terus mensupport,” katanya.

Terpisah Kepala Sekolah MAN 1 Lotim, M Nurul Wathoni mengatakan, kompetisi yang dihadapi sebagai wadah menggembleng siswanya. Hal ini sebagai langkah nyata membuktikan madrasah hebat dan bermartabat.

“Ya itu langkah anak-anak madrasah membuktikan diri, hebat dalam sisi prestasi dan bermartabat dengan akhlaq yang mulia,” katanya.

Wathoni juga mendukung segala kegiatan yang menunjang prestasi siswa. Salah satunya memberikan support anggaran dalam kelancaran kompetisi. Hal ini kewajiban sekolah dalam mendukung prestasi siswanya.

“Kami komitmen mendukung prestasi siswa,” janjinya.

Guru yang diberi gelar guru seneng ini, mengaku bangga dengan adanya kompetisi robotic. Sebab mampu mengasah kemampuan siswa untuk memahami IT dan tidak Gagap Teknologi (Gaptek).

“Bagus kompetisi ini supaya anak-anak bisa ikuti perkembangan,” katanya.
Ia berharap dalam menunjang prestasi siswa madrasah adanya bantuan semua pihak. Salah satunya pemerintah daerah.

“Kita tidak bisa sendiri butuh dukungan semua pihak, toh anak-anak berkompetisi bawa nama daerah juga,” tutupnya. (Oni)

What do you think?

Premium

Written by TIM Redaksi

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Rp239,53 triliun dikucurkan tangani COVID-19, Jokowi mengaku belum puas

39 Pemuda Bersiap Terbang ke Eropa Dengan Beasiswa NTB