in

ECCO Seminar & Debate 2021: Meningkatkan Kesadaran tentang Lingkungan dengan Berpikir Kritis

Peringatan Hari Bumi 22 April 2021, Lombok Debating Troops (LDT), forum debat NTB, bekerja sama dengan Lembaga Trihitakarana (3HK), menyelenggarakan Environment and Climate Change Open (ECCO) Debate 2021, sebuah debat yang melibatkan para akademisi dan professional dari Polandia dan Indonesia. (22/4/2021).

kicknews.today – Pada peringatan Hari Bumi 22 April 2021, sebuah forum debat di NTB Lombok Debating Troops (LDT) bekerja sama dengan Lembaga Trihitakarana (3HK), menyelenggarakan Environment and Climate Change Open (ECCO) Debate 2021, sebuah debat dan seminar internasional yang melibatkan para pelajar, akademisi, dan profesional dari Polandia dan Indonesia.

Kegiatan yang diadakan mulai tanggal 22 sampai 25 April 2021 ini diikuti oleh SMA dan Universitas se-NTB. Di mana acara ini turut disponsori oleh PIRE-The Polish Chamber of Electromobility Development, perusahaan Ekoenergetyka, Pemerintah Kujawsko Pomorskie Polandia, Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram, Istoria Language Services, Telu Craft, dan National Centre for Climate Change Polandia. Bertujuan untuk memperkenalkan, juga membangun kesadaran masyarakat terhadap sustainability (pembangunan yang berkelanjutan) dan elektromobilitas sebagai upaya untuk melestarikan lingkungan.

ECCO seminar diadakan pada hari pertama sebagai pembukaan peringatan Hari Bumi 2021. Pembicara dalam seminar ini antara lain: (1) Agnieszka Ragin, Kepala National Centre for Climate Change Polandia; (2) Krzysztof Burda, CEO PIRE – The Polish Chamber of Electromobility Development, dan (3) Lia Rosida dari STP Mataram. Acara dipandu oleh MC Iqbal Maulana dari Lombok Debating Troops, Yusran Hadi  dari Universitas Mandalika Mataram, dan moderator Walissa Tanaya Pramanasari (mahasiswi Indonesia yang sedang S2 di Nicolaus Copernicus University Polandia).  

Acara pembukaan dan penutupan dihadiri oleh Asisten I Gubernur NTB, Dra. Hj. Baiq Eva Nurcahyaningsih, M.Si. Perwakilan dari Polandia juga turut mengisi acara pembukaan dan penutupan. Sylwia Tubielewicz-Olejnik dari Kujawsko-Pomorskie Polandia memberikan sambutan di acara pembukaan dan Maciej Wojeński, Vice President dan Co-founder Ekoenergetyka Polandia, memberi sambutan di acara penutupan.

“Diharapkan, acara seperti ECCO debate ini dapat diadakan lagi untuk mendukung upaya pemerintah, NGO, dan organisasi Internasional seperti PBB dan EU untuk melestarikan lingkungan,” tutur Asisten I Gubernur Dra. Hj. Baiq Eva Nurcahyaningsih, M.Si.

Selain seminar, kompetisi debat bahasa Inggris diadakan dari tanggal 23 April- 25 April dengan tema “Promoting Global Climate Literacy through Critical Thinking” dan semboyan “green ideas for green solutions“. Debat ini diikuti oleh 18 tim se-NTB dengan pemenangnya sebagai berikut:

Juara 1: “Jangan Lupa ALC” (L.M. Jagad Al Ula, Rizka Abdi, dan Siti Salma Karami)

Juara 2: “MEC A” (Alifia Azalia Harsya Putri, Nabila Pandora Landriani, dan Iqbal Firdausi)
Juara 3 bersama: “Mendezzs” (Zulkarnain, Roza Damayanti Almasus Puteri, Zafirah Haezah Hazrati) dan “Last Resort” (Farrel Yano Tonapa, Dave Gallen Ananto, Darren Cahya, Wijaya)

Pembicara terbaik 1: Alifah Azzahra

Pembicara terbaik 2: M Iwan Suriadi

Pembicara terbaik 3: Bi Asma Taroa Kasipahu

Para sponsor berkontribusi membiayai jutaan rupiah yang dialokasikan untuk para pemenang, termasuk hadiah spesial dari Ekoenergetyka Polandia sebagai apresiasi terhadap debat yang membahas elektromobilitas. Pendapat berupa ide dan saran dari peserta merupakan aspek penting dalam membangun kesadaran tentang lingkungan dan pembangunan keberlanjutan. (red)

Editor: Annisa

Laporkan Konten