in

Fakultas Hukum Universitas Mataram bentuk klinik hukum

Saat Dosen Fakultas Hukum Universitas Mataram meberikan pelatihan hukum pada masyarakat desa

kicknews.today – Fakultas Hukum Universitas Mataram (Unram) membentuk klinik hukum. Klinik hukum tersebut bertujuan memberikan bantuan terhdap masyarakat kurang mampu dan anak-anak korban kejahatan.

Dosen Fakultas Hukum Uram Haerus Febrian Fitaurus mengatakan, klinik hukum telah terbentuk lama di FH Unram. Untuk cakupan yang lebih luas FH Unram berinisiatif menghadirkan klinik hukum di desa se-NTB (Nusa Tenggara Barat).

“Kami di Unram punya Karena kita klinik hukum yang di dalamnya ada pengacara yang sehari-harinya ditugaskan membantu pendampingan hukum kepada masyarakat kurang mampu,” cetus Haerus Febrian Fitaurus kala memberikan pelatihan di kantor Desa Semoyang, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, Senin (07/06).

Melanjutkan, saat ini FH Uram telah memilih lima desa di Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah dijadikan mitra guna pembentukan klinik hukum. Haerus Febrian Fitaurus mengungkapkan, keberadaan klinik hukum akan terbentuk nantinya, hadir mendampingi banyak hal kepada masyarakat.

Akedemisi Unram itu juga menyebutkan lima desa yang nantinya akan dibentuk klinik hukum antara lain, Desa Semoyang, Bilelando, Landah, Ganti dan Desa Marong.

“Ke depan desa juga bisa seperti itu. karena niat kami fokus untuk bisa menjadi bagian yang bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli (Konsultan) Hukum Polda NTB, Djoko Djumadi menegaskan, keberadaan ahli hukum di kampus-kampus seperti Unram ditekankan melakukan pengabdian berupa pendampingan hukum kepada masyarakat secara sukarela, makanya, selama ini Unram membuka klinik konsultasi hukum.

Hanya saja, karena kurangnya informasi, makanya tidak banyak masyarakat yang menggunakan jasanya. Untuk itu, pihaknya buat program untuk datang ke lima desa yang ada di Pratim. Ke depan, baru menyasar desa-desa lainnya.

“Sekarang kami fokus di lima desa di Pratim dulu, ke depan baru menyasar desa lainnya,” pungkasnya. (Ade)

Editor: Nurul

Laporkan Konten