in

Bikin video TikTok injak Rapor, 5 Siswi SMP di Lombok Timur terancam dipecat

Cuplikan layar TikTok injak rapor

kicknews.today – Lima oknum Siswi SMPN 1 Suela, Kabupaten Lombok Timur terancam dipecat dari sekolahnya gara-gara bikin video TikTok injak rapor. Kuat dugaan video tersebut dibuat usai mereka menerima rapor semester ganjil baru-baru ini.

Ibu salah satu siswi berinisial RN mengaku kaget ketika merima surat panggilan dari sekolah pada hari Senin (21/12) kemarin. Dikatakan dia, setelah datang ke Sekolah baru mengetahui perihal masalah yang ditimbulkan anaknya.

Ia menyayangkan kalau pihak sekolah tidak mempertimbangkan hukuman yang lebih ringan untuk anaknya seperti skorsing atau lainnya.

“Seharusnya dikasih surat peringatan dulu, ini diberhentikan secara lisan,” keluhnya saat ditemui di rumahnya di Dusun Montong Geding, Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Lombok Timur, Selasa (22/12).

Panggilan dari sekolah membuat RN bingung karena pembagian rapor sudah berlangsung pada Jumat (19/12) lalu dan dirinya dipanggil lagi pada Senin.

“Kami dikumpulkan dan dijelaskan bahwa anak kami membuat TikTok yang menginjak injak rapor sekolah. Karena perbuatan itulah mereka dikeluarkan. Anak-anak teriak histeris tidak menyangka kalau harus dikeluarkan dari sekolah,” Jelasnya.

Dia mengatakan semestinya sekolah memberikan peringatan dahulu, memberi kesempatan pada anak-anak agar tidak mengulangi perbuatannya.

Hal senada juga diungkapkan AN, bapak dari siswa lain yang dikeluarkan dari sekolah.

Dikatakan dia,hingga kini anaknya tidak berhenti menangis setelah mendapat hukuman tersebut. Kejadian ini juga membuat dirinya shock.

“Saya duduk merenung terus,” akunya.

AN melanjutkan, setelah ada dilaog pihak sekolah terkesan tidak mendengar protes dari wali murid yang hadir saat itu. “Ngomong tidak ditanggapi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Suela, Kasri menuding wali murid salah informasi. Sebab hingga saat ini tidak pernah mengeluarkan surat pemberhentian siswanya yang bersangkutan.

Justru menurutnya, para siswi ini diberikan opsi untuk dipindahkan ke sekolah lain. Untuk opsi kedua, jika tidak ingin pindah maka akan dibina oleh sekolah dengan menandatangani surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya yang tidak terpuji tersebut.

“Sampai detik ini belum dikeluarkan surat,” tegasnya.

Kasri menyayangkan tindakan yang dilakukan oknum siswanya yang membuat video tiktok yang diterima pada Sabtu pukul 13.00 dengan menendang dan menginjak raport yang diberikan pihak sekolah.

“E-raport itu satu minggu belum selesai. Terus hari Sabtu kita liat raport diinjak,” kata dia.

Ia berpesan supaya siswi dapat memfilter dalam penggunaan sosial media dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang tidak bermanfaat. “Raport dibagikan kok diinjak-injak,” tandasnya. (Oni)

What do you think?

Member

Written by toni hermawan

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Rp 4 Miliar Dana Hibah Disbudpar KLU melayang jadi Silpa

Presiden Jokowi lantik enam Menteri dan lima Wakil Menteri