kicknews.today – Proses pencarian terhadap korban tenggelam di Pantai Tanjung Beloam Dusun Sunut Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru Lombok Timur pada Selasa (24/3/2026) lalu resmi dihentikan oleh tim SAR dan Polairud Polres Lombok Timur.
Hal tersebut karena batas pencarian korban selama 7 hari dan status korban dinyatakan hilang, tindakan tersebut berdasarkan koordinasi dengan instansi terkait sesuai prosedur.

Kasi Humas Polres Lombok Timur, IPTU Lalu Rusmaladi mengatakan, sesuai standar yaitu 7 hari, jika tidak ada tanda-tanda korban ditemukan setelah pencarian maksimal, operasi dapat dihentikan.
“Pencarian dihentikan setelah hasil evaluasi tim gabungan (Basarnas, Polri, TNI, Potensi SAR) menunjukkan tidak adanya temuan tanda-tanda korban tambahan. Tidak hanya itu, faktor alam dan keamanan serta kondisi cuaca buruk, arus deras, atau medan yang membahayakan penyelam/petugas menjadi alasan kuat untuk penghentian,” katanya.
Ia menyampaikan rasa empati dan belasungkawa yang mendalam kepada pihak keluarga, upaya-upaya maksimal yang telah dilakukan selama proses pencarian (penyisiran darat, selam, perahu) telah diupayakan semaksimal mungkin oleh petugas gabungan.
“Bahwa pencarian dihentikan karena jasad kemungkinan besar sudah terbawa arus jauh atau tenggelam di kedalaman yang tidak terjangkau, meski operasi resmi ditutup, tim gabungan akan terus melakukan pemantauan di lokasi dan kerjasama dengan masyarakat atau nelayan. Di Imbau kepada nelayan atau warga setempat untuk melaporkan segera ke Polsek/pos SAR terdekat jika menemukan tanda-tanda korban,” pungkas Lalu Rusmaladi.
Diketahui, seorang pemuda bernama Naufal (34 tahun) asal Aik Ambung, Masbagik Timur, Kecamatan Masbagik Lombok Timur terseret ombak saat sedang berwisata di Tanjung Beloam, Dusun Sunut, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, pada Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 14.00 Wita.
Berdasarkan kronologi kejadian, korban datang bersama saudaranya, Luqyana Kamaria (23 tahun) dan temannya, Azmi (25 tahun) untuk rekreasi liburan pasca Hari Raya Idul Fitri. Saat Naufan dan Luqyana hendak menyebrang menuju Gili Tanjung Beloam melalui jalan setapak di atas permukaan air yang dangkal, tiba-tiba datang gelombang laut yang cukup kuat dan menghempas korban. Azmi yang melihat kejadian tersebut menyelamatkan Luqyana dengan memberikan pertolongan hingga korban berhasil diselamatkan dari terjangan ombak. (cit)




