Pemkot Bima pakai dana BTT Rp3 miliar tangani dampak inflasi

Pj. Wali Kota Bima, H Mohammad Rum
Pj. Wali Kota Bima, H Mohammad Rum

kicknews.today – Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp 3 miliar untuk menangani dampak inflasi. Sebagian dana itu dipakai untuk subsidi beras lewat pasar murah di tiap kelurahan.

“Kami subsidi Rp3 ribu per kilogram. Misalnya harga beras Rp15 per kilogram kita jual Rp12 ribu lewat pasar murah,” kata Pj. Wali Kota Bima, H Mohammad Rum ditemui usai pelantikan RSAD Bima di Kecamatan Mpunda beberapa hari lalu.

Kerjasama itu kata H Rum dengan membeli beras di tingkat pedagang sesuai dengan harga pasar. Kemudian, beras tersebut dijual ke warga penerima (kurang mampu) lewat pasar murah dengan subsidi Rp3 ribu.

“Begitu pun dengan bahan pokok lain seperti bawang, cabai dan lain-lain,” katanya.

Selain mensubsidi dana Rp 3.000 per kilogram beras, lanjut dia, Pemkot Bima berencana melakukan operasi pasar dengan memanfaatkan cadangan beras pemerintah di Bulog Bima. Langkah ini diharapkan bisa meringankan beban masyarakat menyusul naiknya sejumlah harga bahan pokok, termasuk beras.

Untuk diketahui, harga beras di pasaran Kota Bima saat sudah mencapai Rp17 ribu hingga Rp18 ribu per kilogram.

“Sekarang berada di angka kisaran Rp16 sampai Rp18 ribu per kilogram,” kata Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kota Bima, Tafsir A Majid, Selasa (27/2/2024).

Menurut Tafsir, lonjakan harga beras saat ini tidak hanya di pasaran Kota Bima atau umumnya provinsi NTB. Namun juga terjadi pada semua daerah di Indonesia seperti Pulau Jawa, Sumatera dan lain sebagainya.

“Pokonya rata-rata kenaikan harga beras nasional, jadi bukan hanya lokal Bima saja,” beber mantan Kepala Disnaker Kota Bima ini.

Keterbatasan stok dan produksi tahun lalu jadi pemicu utama kenaikan harga beras di Kota Bima saat ini. Kemudian ditambah lagi akibat dampak dari belum masuknya musim panen raya.

“Faktor kenaikan harga, karena stok kita terbatas karena kekurangan produksi dan belum masuknya masa panen raya,” terangnya.

Tafsir mengatakan, satu bulan kedepan para petani di sejumlah daerah akan melakukan panen raya. Dengan adanya panen raya nanti diharapkan dapat menekan laju harga beras di Kota Bima agar bisa kembali normal seperti sebelumnya.

“Nanti di sejumlah daerah akan panen raya, mungkin itu dapat mempengaruhi harga beras,” bebernya. (jr)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI