Pemkab Lombok Utara bakal pasang 7.000 lampu penerang jalan tahun ini

Ilustrasi.

kicknews.today – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Utara mulai menyiapkan langkah percepatan pembangunan penerangan jalan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Program ini digagas sebagai upaya mempercepat pemerataan penerangan jalan yang selama ini masih terbatas jika hanya mengandalkan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kepala Dinas Perhubungan Lombok Utara, M. Iwan Maret Asmara mengatakan langkah tersebut terinspirasi dari keberhasilan Kota Madiun dalam menata sistem penerangan kota. Menurutnya, Lombok Utara memiliki sejumlah kesamaan dengan Madiun, baik dari sisi kondisi wilayah maupun tantangan yang dihadapi.

“Kenapa kita belajar dari Madiun, karena ada kesamaan dengan Lombok Utara. Daerahnya mirip, topografinya juga mirip, sama-sama punya potensi banjir. Tapi Madiun bisa melejit, ini yang menjadi contoh baik bagi kita,” ujar Iwan, Jumat (06/03/2026).

Melalui program yang diberi nama “KLU Terang”, Pemkab menargetkan pemasangan sekitar 7.000 titik lampu jalan pada tahap awal. Untuk merealisasikan program tersebut, Pemkab Lombok Utara menyiapkan skema pembiayaan sekitar Rp10 miliar melalui kerja sama dengan pihak ketiga.

Iwan menjelaskan, skema KPBU dipilih karena dinilai mampu mempercepat pembangunan infrastruktur yang selama ini berjalan lambat jika hanya mengandalkan anggaran daerah. Selama 17 tahun terakhir, Pemkab Lombok Utara baru mampu membangun sekitar 4.000 titik lampu jalan, sementara kebutuhan sebenarnya diperkirakan mencapai 11.000 hingga 15.000 titik.

“Kalau menggunakan pola lama, kemampuan kita sangat terbatas. Selama 17 tahun kita baru mampu membangun sekitar 4.000 titik lampu, padahal kebutuhan kita antara 11.000 sampai 15.000 titik,” jelasnya.

Dalam mekanisme KPBU tersebut, pihak ketiga akan lebih dulu melakukan pembangunan dan pemasangan lampu jalan. Pemerintah daerah kemudian melakukan pembayaran secara bertahap sesuai kemampuan fiskal daerah.

“Modelnya seperti kredit perumahan. Pihak ketiga memasang dulu, setelah itu pemerintah daerah membayar secara bertahap, bisa per bulan atau per triwulan,” katanya.

Program ini tidak hanya menyasar jalan kabupaten, tetapi juga diharapkan mampu mencakup ruas jalan provinsi maupun nasional yang berada di wilayah Lombok Utara. Ruas-ruas tersebut dinilai menjadi jalur strategis bagi mobilitas masyarakat maupun wisatawan.

Pemkab Lombok Utara juga menetapkan prioritas pemasangan lampu pada kawasan dengan aktivitas tinggi, seperti pusat ekonomi, jalur wisata, serta titik-titik yang dianggap rawan. Lampu dengan teknologi terbaru akan dipasang di area tersebut, sementara lampu lama yang masih berfungsi akan dipindahkan ke wilayah pelosok.

Strategi tersebut diharapkan dapat menciptakan pemerataan penerangan di seluruh wilayah Lombok Utara tanpa harus menunggu pembangunan baru dalam jangka waktu lama.

“Lampu yang baru tentu teknologinya lebih baik. Sementara lampu lama yang masih bisa dipakai nanti kita geser ke wilayah pelosok, sehingga masyarakat di seluruh wilayah tetap mendapatkan penerangan,” tutup Iwan. (gii/*)

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kontributor →

Kontributor kicknews

Artikel Terkait

OPINI